Majalengka (KEMENAG) – Suasana khidmat menyelimuti Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka pada Senin (1/6/2026) pagi. Di bawah langit awal Juni, jajaran pegawai di lingkungan kerja setempat berkumpul untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Namun, ada yang berbeda sekaligus mencuri perhatian dalam upacara kali ini; amanah sebagai petugas upacara sepenuhnya diambil alih dan dieksekusi secara apik oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka.
Penampilan memukau dan disiplin tinggi yang ditunjukkan para pelajar ini sontak menuai apresiasi luas dari seluruh peserta upacara. Keberhasilan ini pun membawa kebanggaan mendalam bagi pihak sekolah, khususnya bagi para guru pendamping yang menyaksikan langsung anak didiknya tampil percaya diri di tingkat kabupaten.
Heni Fauziah Hidayat, S.Pd., salah seorang guru pendamping dari MAN 1 Majalengka, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas kepercayaan besar yang diberikan oleh Kantor Kemenag Majalengka.

“Kami dari MAN 1 Majalengka merasa bangga karena telah ditunjuk sebagai petugas upacara Hari Peringatan Lahir Pancasila tahun 2026 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Semoga MAN 1 Majalengka menjadi madrasah di atas rata-rata,” ujar Heni penuh semangat.
Di sela-sela momentum tersebut, kehangatan dan kedekatan antara guru dan murid begitu terasa saat Heni meneriakkan jargon sekolah untuk membakar semangat para petugas. “MAN 1 Majalengka?” seru Heni, yang langsung disambut kompak dan lantang oleh para siswa, “Islami, Cerdas, Berkarakter! Madrasah di atas rata-rata!”
Ekspresi bahagia juga terpancar dari testimoni spontan para siswa saat diminta menggambarkan perasaan mereka hari itu dalam satu kata. Jawaban mereka mengalir jujur dan penuh antusias: “Happy”, “Bangga”, “Senang”, “Gembira”, hingga “Seru!” dan “Tetap semangat!”. Salah seorang siswa, Syahriel Muttaqin, menyebut pengalaman berharga ini sebagai “New experience”, sementara rekannya yang lain mengaku sangat “Terharu”.
Melengkapi kebahagiaan tersebut, Yanyan Sulaksana, S.Pd., yang juga bertindak sebagai guru pendamping, turut menyampaikan doa terbaiknya bagi instansi tuan rumah. “Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, sukses selalu!” ucap Yanyan, yang seketika disambut tepuk tangan meriah dari semua yang hadir di lokasi.

Kesuksesan jalannya upacara ini tidak lepas dari peran penting para petugas yang telah berlatih keras. Mereka adalah Pemimpin Upacara Fahmi Aspahani Abdul Aziz; trio Pengibar Bendera Muhamad Rajif Maulana Al Hasbi, Grenita Permata Sari, dan Muhamad Fadli Fadilah; Pembaca UUD 1945 Rinas Salsabilah; Pembaca Teks Pancasila Siti Shofiatnufus; Pembaca Doa Encep Zia Ulhaq Assidiqi; Pembawa Acara Alzena Sharuz Shafia; serta Ajudan Ahmad Nuhrul Fauzan.
Di sisi lain, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. Dalam amanatnya, ia membacakan secara utuh pidato tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Sebuah tema besar yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya krusial untuk menjaga keutuhan internal bangsa, tetapi juga menjadi jawaban konkret bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Upacara penting ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Kemenag Majalengka, antara lain Kasubag TU Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., Jajaran Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat Wakaf serta Kepala KUA Majalengka H. Ucu Sodikin Nurjaman, S.Ag., Plt. Kepala KUA Cigasong Drs. H. Nanang Sudrajat, dan Kepala KUA Panyingkiran H. Hapid, M.Ag. Sementara barisan peserta diisi oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag Majalengka beserta aparatur dari KUA Kecamatan Majalengka, Panyingkiran, dan Cigasong.
Sebagai garda terdepan dalam merawat toleransi, ASN Kemenag Majalengka dituntut menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat. Harapannya, pemantik semangat ini mampu terus meningkatkan integritas, profesionalitas, serta dedikasi kedinasan demi kemajuan bangsa dan keharmonisan daerah.

Di sisi lain, keterlibatan aktif siswa-siswi MAN 1 Majalengka dalam agenda sakral ini bukan sekadar urusan teknis baris-berbaris atau pembacaan teks. Penugasan ini sengaja dirancang sebagai ruang strategis untuk menempa generasi muda sebagai pemegang estafet masa depan bangsa. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, para pelajar tidak hanya diajak menghafal asas dasar negara, tetapi langsung menginternalisasi nilai-nilai luhur tersebut ke dalam tindakan nyata. Menjadi petugas upacara di tingkat kabupaten adalah laboratorium mental bagi mereka untuk memupuk rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan yang berkarakter Pancasila. Harapannya, pengalaman berharga ini mampu melahirkan soko guru bangsa yang siap menjaga keutuhan NKRI dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju di atas rata-rata.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan sarat akan atmosfer nasionalisme. Upacara khidmat ini kemudian ditutup dengan pekik “Merdeka!” dan “Salam Pancasila!” yang menggema tegas di halaman kantor, menjadi simbol kuatnya komitmen kebangsaan yang kini telah diwariskan dengan baik kepada generasi penerus.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar