Berita Daerah
Beranda » Berita » Gandeng Puskesmas dan PLKB, KUA Sindangwangi Bekali 30 Catin Fondasi Rumah Tangga Sehat dan Harmonis Lewat Bimbingan Perkawinan

Gandeng Puskesmas dan PLKB, KUA Sindangwangi Bekali 30 Catin Fondasi Rumah Tangga Sehat dan Harmonis Lewat Bimbingan Perkawinan

Sindangwangi (MAJALENGKA) — Sebagai langkah nyata dalam penguatan ketahanan keluarga dan upaya preventif meminimalisasi angka perselisihan rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin (Catin). Kegiatan yang dipusatkan di Aula KUA Sindangwangi ini dilaksanakan pada Kamis (21/05/2026) dan diikuti oleh 30 peserta atau 15 pasang calon pengantin.

Hadir memantau sekaligus membuka kegiatan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Turut mendampingi Kepala KUA Sindangwangi Taufik Rohman, S.Ag., beserta jajaran fasilitator dan pemateri lintas sektoral.

Urgensi “Sekolah Pernikahan” di Tengah Dinamika Sosial

Dalam arahan dan bimbingannya, Kasi Bimas Islam Kemenag Majalengka, Sofyan Firdaus mengungkapkan bahwa tingginya angka perceraian di Kabupaten Majalengka sepanjang tahun 2025 menjadi perhatian sekaligus evaluasi serius bagi instansinya. Oleh karena itu, program revitalisasi KUA melalui bimbingan perkawinan masif digaungkan sebagai solusi strategis intervensi hulu.

“Bimbingan Perkawinan pada hakikatnya adalah ‘sekolah pernikahan’ yang wajib ditempuh. Melalui ruang edukasi ini, para calon pengantin diberikan modalitas spiritual, kesiapan mental, pengetahuan, hingga keterampilan taktis. Tujuannya tidak lain agar mereka mampu menavigasi bahtera rumah tangga dan sigap menghadapi berbagai dinamika ataupun konflik yang pasti akan muncul kelak,” tegas Sofyan.

Sasar Kesiapan Catin, KUA Ligung Gelar Bimwin untuk Cetak Keluarga Matang dan Sehat

Senada dengan Kasi Bimas Islam, Kepala KUA Sindangwangi, Taufik Rohman dalam sambutan selamat datangnya mengingatkan para peserta mengenai esensi dari sebuah pernikahan religius. Menurutnya, kesiapan fisik semata tidak cukup tanpa ditopang oleh kesiapan multidimensi.

“Pernikahan bukanlah akhir dari sebuah cerita, melainkan awal dari perjalanan ibadah terpanjang. Ini bukan sekadar seremonial akad atau resepsi satu hari, melainkan sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizhan) yang memerlukan kematangan mental, spiritual, sosial, dan ekonomi. Kami meminta seluruh peserta mengikuti Bimwin ini dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” tutur Taufik.

Fondasi Hukum Munakahat dan Manajemen Konflik

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Fasilitator Bimwin tersertifikasi, H. Abdul Aziz, S.Ag. Dalam paparannya, ia mengupas secara komprehensif seputar Regimen Fikih Munakahat. Ia menjelaskan secara mendalam aturan hukum perkawinan, batasan serta pemenuhan hak dan kewajiban yang berkeadilan antara suami dan istri.

Tidak hanya menyentuh aspek hukum fikih, Abdul Aziz juga membekali para peserta dengan metode psikologi keluarga, yakni seni mengelola komunikasi dua arah dan teknik manajemen konflik. Menurutnya, kegagalan mengelola komunikasi di awal pernikahan sering kali menjadi pemantik utama retaknya hubungan.

Ikhtiar Kokohkan Pondasi Keluarga, KUA Kertajati Gelar Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin

Integritas Kesehatan Reproduksi dan Intervensi Stunting

Aspek kesehatan menjadi perhatian khusus dalam Bimwin kali ini. Kepala Puskesmas Sindangwangi, Neneng Nani Surlani, S.ST., M.AP., hadir memberikan edukasi klinis mengenai pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Neneng memaparkan peranan penting pasangan usia subur (PUS) dalam memperhatikan pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah konkret memutus rantai stunting dari unit terkecil masyarakat. “Keluarga yang sehat dan berkualitas dilahirkan dari orang tua yang sadar akan pentingnya nutrisi dan kesehatan reproduksi sejak sebelum pembuahan. Ini adalah investasi jangka panjang bangsa,” ungkap Neneng.

Perencanaan Matang Menuju Keluarga Sejahtera

Melengkapi pembekalan dari sudut pandang ketahanan sosial-ekonomi, Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sindangwangi, Asep Sumarno, memaparkan materi terkait manajemen perencanaan keluarga (family planning).

Amankan Aset Umat, KUA Sindang Fasilitasi Penandatanganan AIW 17 Bidang Tanah Yayasan Santi Asromo

Asep menekankan pentingnya membangun visi bersama yang terukur dalam hal finansial, pengaturan jarak kelahiran anak, hingga kesiapan emosional dalam pengasuhan bersama (co-parenting). Ia mengingatkan bahwa tantangan kehidupan modern menuntut kerja sama tim yang solid antara suami dan istri, khususnya dalam mendidik anak di era digital.

Rangkaian acara bimbingan perkawinan berlangsung interaktif dan dinamis. Pada sesi akhir, para calon pengantin memanfaatkan ruang diskusi dan tanya jawab untuk berkonsultasi secara mendalam dengan para narasumber. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan komitmen tertulis para catin untuk membangun keluarga sakinah di bawah bimbingan KUA Sindangwangi.

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *