Berita Kemenag
Beranda » Berita » Perkuat Mentalitas Pegawai, Kemenag Majalengka Bedah Makna Maqom dan Keikhlasan dalam Kajian Al-Hikam

Perkuat Mentalitas Pegawai, Kemenag Majalengka Bedah Makna Maqom dan Keikhlasan dalam Kajian Al-Hikam

Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menggelar kegiatan rutin pembinaan mental melalui Kajian Kitab Al-Hikam. Kegiatan yang sarat akan nilai spiritual ini dilaksanakan pada Senin (20/4/2026), bertempat di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.; Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; serta Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Turut hadir jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, serta Pengawas PAI di lingkungan Kemenag Majalengka.

Kajian kali ini menghadirkan Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Majalengka, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia mengupas secara mendalam hikmah ke-180 dan 181 dari kitab monumental karya Syekh Ibnu Atha’illah tersebut.

Mengenali Tanda Keberkahan dalam Posisi (Maqom)

Memasuki pembahasan hikmah ke-180, H. Ojun menjelaskan mengenai tanda-tanda Allah SWT menempatkan seorang hamba pada kedudukan (maqom) terbaik. Ia memaparkan bahwa indikator utama keberadaan seseorang di posisi yang tepat—baik di Maqom Tajrid (fokus ibadah) maupun Maqom Asbab (bekerja/berusaha)—adalah adanya ketetapan hati dan hasil nyata yang dirasakan.

Lepas 31 Calon Jemaah Haji, Kepala Kemenag Majalengka Tekankan Niat Ibadah dan Integritas ASN

“Tanda Allah menempatkan kita pada kedudukan terbaik adalah saat Allah melanggengkan kita pada posisi tersebut disertai dengan buah atau hasil dari pengabdian kita. Baik itu ketenangan hati bagi yang di jalur ibadah, maupun keberkahan hasil bagi yang sedang berikhtiar di jalur profesi,” ujar Ojun.

Ia berpesan agar setiap pegawai menjalani tugas dan fungsinya dengan penuh rasa syukur serta kesabaran, tanpa harus memaksakan diri berpindah kedudukan yang bukan jalurnya.

Keikhlasan dalam Berbagi Ilmu

Selanjutnya, pada pembahasan hikmah ke-181, materi difokuskan pada sumber pembicaraan atau nasihat. Ojun menyoroti perbedaan mencolok antara orang yang merasa nasihatnya berasal dari kebaikan diri sendiri dengan mereka yang menyadari bahwa segala ilmu adalah milik Allah.

“Barang siapa berbicara berdasarkan kebaikan Allah kepadanya, ia tidak akan terdiam meski ia melakukan kesalahan. Artinya, ia tetap istikamah berdakwah dan segera bertobat jika melakukan kekhilafan, karena ia sadar bahwa kebenaran yang disampaikan adalah milik Allah, bukan pribadinya,” jelasnya.

Jelang Operasional Haji 2026, Kemenhaj dan Kemenag Majalengka Perkuat Sinergi melalui Apel Pagi Bersama

Menjadi Pribadi yang Tangguh

Sebagai penutup, pemateri menganalogikan orang yang sabar dalam menghadapi ujian layaknya sebuah batu bata. Semakin lama dibakar oleh proses dan ujian, maka ia akan semakin kuat dan tidak mudah goyah dalam menjalankan perintah Allah.

Kegiatan rutin ini diharapkan mampu menjadi energi spiritual bagi seluruh pegawai di lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Majalengka dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai integritas dan ketulusan.

Kontributor : Endang Mu’min

Wujudkan Layanan Prima, Bimas Islam Kemenag Majalengka Pastikan Administrasi NR Jalur Utara ‘On The Track’

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *