Berita Kemenag
Beranda » Berita » Tingkatkan Kompetensi Guru, MGMP Fikih Majalengka Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Tingkatkan Kompetensi Guru, MGMP Fikih Majalengka Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Majalengka (KEMENAG) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fikih Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Majalengka menggelar workshop pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) guna memperkuat implementasi pembelajaran fikih di tingkat madrasah. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka ini dibuka secara resmi pada Kamis (9/4/2026).

Mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, JFU Seksi Pendidikan Madrasah, H. Aip Syarif Hidayatullah, M.Pd., hadir secara langsung untuk membuka acara. Workshop kali ini mengusung tema strategis, yakni “Internalisasi Nilai-nilai Panca Cinta dalam Peningkatan Kompetensi Guru Fikih se-Kabupaten Majalengka”, yang diikuti oleh sedikitnya 50 guru fikih dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka.

Ketua MGMP Fikih MTs Kabupaten Majalengka, H. Uus Saeful Husna, M.Pd.I., dalam laporannya menjelaskan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik, baik dari sisi pedagogik maupun profesionalitas.

“Tujuan utama kami adalah agar para guru mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses belajar mengajar. Kami ingin pembelajaran fikih tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga didasari oleh pendekatan hati,” ujar Uus.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta. Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana berkat semangat swadaya para guru yang secara sukarela menyisihkan sebagian Tunjangan Profesi Guru (TPG) demi pengembangan kualitas diri.

Wujudkan Layanan Prima, Bimas Islam Kemenag Majalengka Pastikan Administrasi NR Jalur Utara ‘On The Track’

Efisiensi Administrasi dan Semangat Belajar

Dalam sambutannya, H. Aip Syarif Hidayatullah menekankan pentingnya bagi guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa fokus utama seorang pendidik adalah pada proses pengajaran di kelas, sehingga kendala administratif sedapat mungkin harus dipermudah melalui teknologi.

“Tugas utama guru itu mengajar. Ketika ada hal-hal administratif guru, jika memang bisa diselesaikan secara daring atau online, maka selesaikan secara online saja agar fokus tidak terpecah,” pesan Aip.

Lebih lanjut, ia memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta agar tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki saat ini. Aip menegaskan bahwa dinamika pendidikan menuntut guru untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Guru jangan pernah berhenti belajar. Karena pada hakikatnya, guru yang berhenti belajar, maka ia harus berhenti mengajar. Begitulah konsep yang harus kita pegang teguh bersama,” tegasnya.

Wujudkan Pendidikan Berkarakter, Plt. Kasi Penmad Majalengka Buka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Melalui workshop ini, MGMP Fikih MTs Kabupaten Majalengka berharap para guru dapat menginternalisasikan nilai-nilai Panca Cinta ke dalam kurikulum. Harapan besarnya adalah lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan paham hukum Islam, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta nilai spiritual yang mendalam.

Kontributor : Dwi Winarti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *