Leuwimunding (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Leuwimunding kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ketahanan keluarga. Pada Rabu (11/03/2026), sebanyak 30 peserta yang merupakan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) angkatan terbaru yang digelar di Aula KUA Leuwimunding.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi para pasangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Leuwimunding, H. Dedi Ruhaedi, S.Ag.
Dalam sambutannya, Dedi menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formalitas di atas kertas, melainkan sebuah komitmen panjang yang menuntut kesiapan mental, ilmu, dan spiritual yang matang.
“Bimwin ini adalah ikhtiar kita bersama untuk meminimalisasi angka perselisihan dan perceraian. Kami ingin para calon pengantin memiliki bekal yang cukup agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” tegas Dedi di hadapan puluhan peserta.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Hadir secara langsung untuk melakukan monitoring, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H.
Dalam arahannya, Sofyan mengingatkan bahwa kualitas suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas unit terkecilnya, yaitu keluarga. Di era modern yang penuh tantangan, ketahanan keluarga menjadi benteng utama.
“Kualitas bangsa dimulai dari kualitas keluarga. Saya berharap para peserta benar-benar memahami hak dan kewajiban masing-masing pasangan. Hal ini sangat krusial guna menciptakan keharmonisan rumah tangga yang kokoh dan tidak mudah goyah,” ujar Sofyan.
Materi inti pada Bimwin kali ini disampaikan oleh H. Dasmin, S.Ag., narasumber bersertifikasi bimtek. Ia memaparkan materi mengenai manajemen konflik dan dinamika keluarga. Menurutnya, komunikasi yang efektif adalah kunci utama dalam menavigasi setiap persoalan rumah tangga.
“Setiap pasangan harus memiliki kedewasaan dalam bersikap. Perbedaan pendapat adalah hal lumrah, namun cara kita menyikapinya itulah yang menentukan keberlangsungan sebuah hubungan,” terang Dasmin.
Selain sisi religi dan psikologi, aspek kesehatan dan masa depan generasi juga menjadi sorotan. Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Leuwimunding, Uswatin, S.Ag., memberikan edukasi mendalam terkait pencegahan stunting dan perencanaan keluarga.
Uswatin menegaskan bahwa kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi harus diperhatikan bahkan sebelum pernikahan berlangsung. Hal ini dilakukan demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
“Kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi sejak sebelum menikah sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Kami mengajak para catin untuk proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti program pemerintah terkait keluarga berencana,” ungkap Uswatin.
Melalui kegiatan yang berlangsung khidmat ini, KUA Leuwimunding berharap dapat melahirkan pasangan-pasangan baru yang mandiri, berwawasan luas, serta mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat Majalengka yang religius dan sejahtera.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar