Majalengka (KEMENAG) – Menjelang peringatan Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadan mendatang, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan Kultum Ramadan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka pada Kamis (5/3/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd. Turut hadir mendampingi, Kasubag TU Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., Kasi Bimas Islam H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., Kasi Penmad Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kasi PAI Dr. Drs. H. Faisal, M.Si., Kasi PD Pontren H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., serta Penyelenggara Zakat Wakaf Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag.
Hadir sebagai pemateri, Evi Nurfaizah, S.Pd.I., yang merupakan Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Kasokandel. Dalam paparannya, Evi menekankan keistimewaan Al-Qur’an sebagai satu-satunya mukjizat para nabi yang masih bisa dirasakan bentuk fisik dan kemukjizatannya secara langsung oleh umat manusia hingga saat ini.
“Al-Qur’an adalah satu-satunya mukjizat nabi dan rasul yang masih bisa kita rasakan. Kita bisa mengetahui riwayat nabi-nabi zaman dahulu yang terjadi ribuan tahun lalu secara detail melalui Al-Qur’an. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu murni dari Allah SWT, sang Pencipta alam semesta,” ujar Evi di hadapan seluruh ASN Kemenag Majalengka.
Lebih lanjut, Evi menjelaskan mengenai dua fase turunnya Al-Qur’an. Fase pertama adalah penurunan secara sekaligus (jumlatan wahidatan) dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar. Sedangkan fase kedua adalah penurunan secara bertahap (mufarraqan) dari langit dunia ke bumi kepada Nabi Muhammad SAW selama kurun waktu kurang lebih 23 tahun.
Menutup tausiyahnya, Evi memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya interaksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.
“Terangilah rumah-rumahmu dengan salat dan bacaan Al-Qur’an. Siapa pun yang di dalam dadanya tidak ada sedikit pun Al-Qur’an, maka ia ibarat rumah yang roboh; buruk, kotor, dan berantakan. Al-Qur’an adalah guidance of life sekaligus obat bagi jiwa yang sedang galau,” pungkasnya.
Sesuai dengan arahan pimpinan, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian kultum. Selepas ceramah, seluruh pegawai Kemenag Majalengka melanjutkan agenda dengan tadarus Al-Qur’an bersama.
Untuk mengoptimalkan ibadah di bulan suci ini, para pegawai dibagi ke dalam 10 kelompok (grup) tadarus. Setiap kelompok memiliki target kolektif untuk mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz dalam jangka waktu tiga hari sekali secara rutin selama sisa bulan Ramadan. Program ini diharapkan dapat memperkuat spiritualitas sekaligus solidaritas antar-pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar