Majalengka (KEMENAG) – Mengawali rangkaian kegiatan amaliah di bulan suci, Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar kajian Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Ramadan pada Senin (23/2/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan hari kelima Ramadan ini menjadi hari pertama pelaksanaan formal kajian tersebut.
Hadir sebagai pemateri, Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kecamatan Cigasong, Nurjanah Sri Patimah, S.Sos. Dalam paparannya, ia mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi zaman, yakni menjaga kehormatan diri (iffah) di era digital.
Nurjanah menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, seorang muslimah dituntut untuk cerdas dalam beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat. Menurutnya, momentum Ramadan harus dijadikan sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa yang tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga.
“Di era digital ini, penyucian jiwa juga berarti menjaga pandangan, lisan, dan jemari kita saat bermedia sosial. Seorang muslimah yang berdaya adalah mereka yang melek teknologi, namun tetap teguh menjaga batasan dan aturan Allah SWT,” ujar Nurjanah di hadapan jemaah.
Ia juga menguraikan lima langkah penting bagi aparatur dan masyarakat dalam menjaga diri di dunia maya, yaitu memperkuat takwa, menjaga identitas pribadi, selektif terhadap konten, menjaga etika komunikasi, serta meningkatkan literasi digital.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., beserta jajaran. Turut hadir pula para Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Majalengka, serta seluruh pegawai dari lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Majalengka.
Setelah sesi kultum berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Guna efektivitas, jemaah dibagi ke dalam sembilan kelompok tadarus. Setiap kelompok ditargetkan menyelesaikan satu juz, sehingga dalam satu hari pelaksanaan, para pegawai dapat mengkhatamkan sembilan juz secara berjemaah.
Melalui sinergi kajian dan tadarus ini, diharapkan ASN di lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Majalengka tidak hanya meningkat kapasitas keilmuannya, tetapi juga semakin produktif dan berakhlak mulia selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar