Majalengka (KEMENAG) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Gebeer” (Gerakan Beberesih Masjid), aksi bersih lingkungan, dan tradisi munggahan pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kantor Kemenag Majalengka ini merupakan tindak lanjut dari program Menteri Agama RI untuk menumbuhkan budaya bersih sekaligus memperkuat solidaritas di lingkungan kerja.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd memimpin langsung jalannya aksi tersebut. Tidak sekadar memberi instruksi, Agus turut terjun langsung bersama seluruh karyawan untuk membersihkan area kantor.
“Kegiatan ini adalah wujud komitmen kita dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Selain sebagai persiapan fisik menyambut Ramadan, ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan antarpegawai,” ujar Agus di sela-sela kegiatan.
Agenda utama diawali dengan aksi Gebeer, yakni pembersihan total masjid yang berada di area kantor. Para pegawai bahu-membahu menyapu dan mengepel lantai, merapikan sajadah, menata perlengkapan ibadah, hingga membersihkan tempat wudhu.
Langkah ini diambil guna memastikan sarana ibadah dalam kondisi representatif, sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan nanti dengan lebih khusyuk. Tak berhenti di masjid, aksi bersih-bersih dilanjutkan ke area halaman, taman, saluran air, hingga penataan ruang kerja dan arsip kantor guna mengoptimalkan pelayanan publik.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh pegawai mengikuti acara munggahan. Tradisi makan bersama yang digelar secara sederhana ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Melalui sinergi antara aksi bersih lingkungan dan kegiatan spiritual, Kemenag Majalengka berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesucian rumah ibadah. Secara batiniah, rangkaian acara ini diharapkan mampu memicu semangat pelayanan dan pengabdian yang lebih baik kepada masyarakat selama bulan suci mendatang.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar