Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka terus memperkokoh kolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka dalam upaya rehabilitasi mental dan spiritual warga binaan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan bimbingan rohani dan penyuluhan agama bagi warga binaan Kristiani yang digelar di Ruang Jenguk Lapas Majalengka, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tim penyuluh profesional dari Kemenag Majalengka, yakni Hendrik, S.Th. selaku Pelayan Firman, Bina Idola Siahaan, S.Pd. sebagai Pembawa Pujian, dan Christiana Bonita, S.Th. sebagai Pendamping.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan manifestasi dari kerja sama erat antara Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kolaborasi ini dinilai krusial karena pembinaan warga binaan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan holistik yang menyentuh aspek hukum sekaligus aspek spiritual.
Melalui kehadiran para penyuluh agama, Lapas Majalengka mendapatkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjalankan fungsi pembinaan kepribadian. Sebaliknya, Kemenag Majalengka dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana, guna memastikan hak pelayanan keagamaan tetap terpenuhi.
Dalam sesi renungan bertajuk “Menderita sebagai Kristen” yang merujuk pada 1 Petrus 4:12-19, Hendrik, S.Th. memberikan penekanan moral yang kuat. Ia mengajak warga binaan untuk memahami bahwa penderitaan akibat kesalahan pribadi atau pelanggaran hukum adalah momentum untuk melakukan rekonsiliasi dengan Tuhan dan sesama.
“Setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Di sinilah pentingnya keberanian menanggung risiko sebagai langkah awal pertobatan. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa dalam proses tersebut, saudara-saudara tidak berjalan sendirian,” ungkap Hendrik.
Ia juga menekankan bahwa masa pembinaan di dalam Lapas harus dipandang sebagai fase “pendewasaan karakter” agar saat bebas nanti, warga binaan memiliki daya tahan mental yang kuat terhadap godaan tindakan kriminal.
Suasana khidmat kian terasa saat Bina Idola Siahaan, S.Pd. memimpin sesi puji-pujian yang membawa keteduhan. Tak berhenti pada aspek seremonial, Christiana Bonita, S.Th. juga memberikan dukungan moril melalui sesi konseling intensif. Sesi ini diharapkan mampu mengurai beban psikologis warga binaan agar mereka tetap optimis dalam menatap masa depan.
Sinergi berkelanjutan antara Kemenag dan Lapas Majalengka ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam mencetak alumni warga binaan yang tidak hanya jera secara hukum, tetapi juga matang secara spiritual dan siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar