Majalengka (KEMENAG) – Pemerintah Kecamatan Rajagaluh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Majalengka Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026) di Aula Kecamatan Rajagaluh ini menjadi wadah sinkronisasi usulan pembangunan dari tingkat desa.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rajagaluh, para Kepala UPTD, Koordinator, Kepala Desa se-Kecamatan Rajagaluh, serta tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi wanita. Turut hadir pula Kepala KUA Rajagaluh, H. Cece Moh. Ihya, S.Ag., sebagai bentuk nyata sinergitas lintas sektoral di wilayah tersebut.
Fokus pada Perencanaan Partisipatif
Camat Rajagaluh, Bani Fadhilah Ranandar, SSTP, MAP, yang memimpin langsung jalannya musyawarah, menekankan bahwa Musrenbang tahun ini menitikberatkan pada perencanaan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap usulan pembangunan yang lahir dari desa disusun secara tertib dan lengkap. Skala prioritas harus menjadi acuan utama agar hasil dari Musrenbang ini benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat di Rajagaluh,” ujar Bani dalam sambutannya.
Pemaparan Strategis: Membangun Kehidupan Beragama dan Sosial
Dalam sesi pemaparan materi, Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Majalengka, Dede Sunarya, SSTP, M.Si, menjelaskan secara rinci arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan program harus selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025–2030, H. Eman Suherman dan Dena Muhamad Ramdhan.
“Visi Majalengka Langkung Sae adalah komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang lebih maju melalui berbagai program unggulan. Salah satu pilar utamanya adalah Membangun Kehidupan Beragama dan Sosial Langkung Sae,” jelas Dede Sunarya.
Ia memaparkan 12 langkah upaya strategis yang akan menjadi fokus pemerintah, di antaranya:
• Penguatan Keagamaan: Modernisasi manajemen masjid melalui program “1 Desa 1 Masjid” dan optimalisasi pesantren dengan target “1 Desa 1 Hafiz”.
• Layanan Sosial Masyarakat: Peluncuran program BERFAEDAH (Bergerak Fasilitasi Mempermudah Pengurusan Jenazah), serta program “Ngantor BerDhuha” (Ngantor Berjamaah Dhuha) bagi perangkat daerah.
• Kesejahteraan dan Perlindungan: Mencakup kepesertaan BPJS 100% bagi masyarakat kurang mampu di 26 kecamatan, pemutakhiran data penduduk miskin ekstrem, serta penyediaan Rumah Singgah HEGAR (Rumah Singgah Heman ka Warga).
• Pemberdayaan Ekonomi dan Infrastruktur Sosial: Program 1000 Entas Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), optimalisasi Majalengka Creative Center, hingga program BERDAYA yang memberikan ruang bagi disabilitas untuk berkarya.
“Program-program ini didesain agar pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik seperti jalan, tapi juga menjangkau aspek religiusitas dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat,” tambah Dede Sunarya.
Dukungan serupa datang dari Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Fraksi PAN, Efran Galuh Setiawan. Ia menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal aspirasi masyarakat Rajagaluh. “Kami hadir untuk memberikan support penuh agar usulan-usulan strategis ini masuk dalam skala prioritas daerah demi kemajuan ekonomi yang berkeadilan,” tegasnya.
Sinergitas Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah
Sebagai bagian dari kegiatan lintas sektoral, Kepala KUA Rajagaluh, H. Cece Moh. Ihya, S.Ag., hadir memberikan pernyataan sikap terkait arah pembangunan wilayah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental-spiritual.
“Kehadiran kami merupakan wujud nyata sinergitas antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah. Kami berharap pembangunan di tahun 2027 tidak hanya menyasar pada aspek infrastruktur semata, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam pembinaan keagamaan dan kesejahteraan sosial masyarakat,” ujar Cece.
Lebih lanjut, ia memberikan kesan positif terhadap jalannya Musrenbang yang sangat komunikatif. “Kami sangat mengapresiasi forum yang partisipatif ini. Harapannya, program-program keagamaan ke depan dapat terus terintegrasi dalam rencana besar pembangunan daerah guna mendukung visi Majalengka yang lebih baik secara lahir maupun batin,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung secara kondusif dan komunikatif. Berbagai isu strategis, mulai dari perbaikan lingkungan hingga pengembangan potensi wisata lokal, menjadi bahan diskusi hangat. Hasil dari kesepakatan Musrenbang tingkat kecamatan ini nantinya akan dibawa ke tingkat kabupaten sebagai dasar finalisasi dokumen RKPD Kabupaten Majalengka Tahun 2027.
Kontributor : Endang Mu’min/Cece Moh Ihya



Komentar