Berita Kemenag
Beranda » Berita » Kaji Kitab Al-Hikam, Kemenag Majalengka Tekankan Pentingnya Aktifkan ‘Mata Hati’ dan Hakikat Penghambaan

Kaji Kitab Al-Hikam, Kemenag Majalengka Tekankan Pentingnya Aktifkan ‘Mata Hati’ dan Hakikat Penghambaan

Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menggelar kegiatan rutin pembinaan mental bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui Kajian Kitab Al-Hikam. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) di Masjid Al-Ikhlas ini terasa istimewa dengan kehadiran jajaran pejabat dari dua instansi, yakni Kemenag Majalengka dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Kemenhaj Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., serta jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, dan Pengawas PAI.

Kajian kali ini menghadirkan Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Majalengka, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas Hikmah ke-164 dan 165 yang berfokus pada kedekatan Allah SWT dengan hamba-Nya serta filosofi dalam berdoa.

Menjelaskan Hikmah ke-164, Ojun memaparkan realita spiritual mengapa seringkali manusia merasa jauh dari Sang Pencipta.

إِنَّمَا حَجَبَ الْحَقَّ عَنْكَ شِدَّةُ قُرْبِهِ مِنْكَ

KUA Bantarujeg Gelar Mini Camp: Perkuat Karakter Remaja Demi Fondasi Keluarga Sakinah

“Sesungguhnya yang menghalangi Allah darimu adalah karena sangat dekat-Nya Allah denganmu,” ujarnya mengutip isi kitab.
Ia menganalogikan hal ini dengan anggota tubuh sendiri. “Tangan yang ditempelkan ke mata justru tidak terlihat karena terlalu dekat. Begitu pun Allah, Ia lebih dekat dari urat leher (min hablil warid). Karena keterbatasan indra lahiriah, maka kita perlu mengaktifkan mata hati untuk merasakan kehadiran dan kekuasaan-Nya,” jelas Ojun.

Lebih lanjut, Ojun menekankan pergeseran niat dalam beribadah, khususnya dalam berdoa (Hikmah 165).

إِنَّمَا احْتَجَبَ لِشِدَّةِ ظُهُوْرِهِ، وَخَفِيَ عَنِ الْأَبْصَارِ لِعِظَمِ نُوْرِهِ.

“Allah SWT itu tertutup karena terlalu terang-Nya, dan Allah SWT tersembunyi dari penglihatan karena kuatnya cahaya-Nya.”

“Kenapa Allah tidak terlihat? Tadi karena sangat dekat, yang kedua karena sangat nampak. Selain itu, Allah tidak terlihat karena sangat terangnya cahaya Allah. Coba kita lihat matahari. Bisakah kita melihat matahari secara langsung? Tidak. Kenapa? Karena sangat terangnya cahaya matahari itu sehingga kita silau. Apalagi cahaya sifat-sifat Allah,” jelas Ojun.

Penyuluh Agama KUA Malausma: Puasa Adalah Perisai dan Pengendali Produktivitas ASN

“Hakikatnya, segala yang ada ini tidak menjadi penghalang bagi mereka yang mata hatinya aktif,” lanjut Ojun. “Bagi yang mata hatinya hidup, apa pun ini adalah Allah (kekuasaan Allah). Namun hati-hati, bagi yang belum sampai makamnya, jangan sampai salah mengartikan ‘Ini Allah, itu Allah’ hingga jatuh pada syirik atau pengakuan Ana Allah (Saya Allah). Maksudnya adalah di mana pun kita melihat sesuatu, di sanalah kekuasaan Allah nampak bagi kita.”

Ia mengingatkan agar doa tidak dijadikan sekadar ‘alat tukar’ untuk mendapatkan keinginan duniawi, yang justru menunjukkan minimnya pemahaman seorang hamba terhadap Tuhannya.

“Niatkan doa untuk menunjukkan penghambaan (idzhari al-ubudiyyah). Jangan jadikan doa alasan untuk memberi, karena Allah Maha Tahu kebutuhan kita bahkan sebelum diminta. Orang yang tidak mau berdoa itu sombong, namun yang berdoa dengan niat ‘bertransaksi’ berarti belum paham hakikat ketuhanan,” tambahnya.

Menutup kajian, Ojun yang juga membidangi Zakat dan Wakaf memberikan pesan mengenai pentingnya kedermawanan. Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an menggunakan bahasa pertanian untuk menjelaskan sedekah, bukan matematika.

“Sedekah itu menumbuhkan (seperti satu biji menjadi tujuh tangkai), bukan sekadar menjumlahkan atau mengurangi. Bahkan senyuman adalah sedekah paling sederhana untuk mendapatkan cinta Allah,” pungkasnya.

Estafet Kepemimpinan MAN 2 Majalengka: Yayan Ristaman Jaya Serahkan Jabatan kepada H. Dodo Sunandi

Kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus mempererat silaturahmi antarpegawai di lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Majalengka sekaligus menjadi penguat integritas dan mentalitas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

🌙 Menuju Idul Fitri 1447 H

0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik

Playlist Video Kemenag Majalengka