Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini diwarnai dengan aksi simpatik dari para Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rajagaluh. Pada Kamis (1/1/2026), tim penyuluh turun langsung memberikan pelayanan spiritual bagi para musafir di Masjid BSI Rest Area Jatiwangi yang kini difungsikan sebagai “Masjid Ramah Pemudik”.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan administrasi, tetapi juga memberikan pendampingan spiritual di jalur mudik. Masjid BSI yang terletak di jalur strategis Jatiwangi menjadi titik lelah krusial bagi para pengendara yang melintas.
Kepala KUA Kecamatan Rajagaluh, H. Cece Moh. Ihya, S.Ag., menjelaskan bahwa kehadiran para penyuluh di posko tersebut bertujuan untuk memberikan penguatan mental dan spiritual bagi para pengendara.
“Tujuan kami adalah memberikan rasa nyaman dan tenang bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa agama harus hadir sebagai penyejuk, bahkan di saat lelah sekalipun. Harapannya, melalui layanan ini, angka kecelakaan dapat ditekan karena pemudik lebih sabar dan religius dalam berkendara, serta mereka merasa dihargai sebagai tamu Allah di masjid ini,” ujar Cece.
Pelayanan yang diberikan meliputi bimbingan penyuluhan singkat (kultum) bakda salat, layanan konsultasi keagamaan mengenai fiqih safar (tata cara ibadah saat perjalanan), hingga pembagian tips keselamatan berkendara yang dipadukan dengan doa-doa harian.
Kehadiran para penyuluh mendapat respons positif dari para pengunjung. Andika (40), salah satu pemudik yang sedang beristirahat, mengaku merasa terbantu dengan adanya bimbingan singkat dan konsultasi keagamaan di lokasi tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada KUA Rajagaluh. Kesan saya, pelayanan ini sangat menyentuh karena biasanya di rest area kita hanya istirahat fisik saja, tapi di sini batin juga disiram dengan nasihat agama. Sangat menenangkan,” ungkap Andika.
Ia juga berharap program serupa dapat terus konsisten dilaksanakan setiap tahun di titik-titik keramaian lainnya.
Suasana kekeluargaan tampak hangat saat para penyuluh berdialog dengan pemudik, mengingatkan mereka untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Program ini menjadi syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin, di mana kehadiran tokoh agama memberikan rasa aman dan kesejukan.
Dengan adanya layanan di Masjid Ramah Pemudik ini, KUA Rajagaluh berharap para musafir dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi fisik yang segar dan hati yang tenang hingga sampai di tujuan dengan selamat.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar