Majalengka (Humas Kemenag Majalengka ) – Mengawali pekan dengan penguatan spiritual, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menggelar kajian rutin Kitab Al-Hikam. Kegiatan yang dilaksanakan selepas apel pagi ini bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Senin (22/12/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU), Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., jajaran Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, serta para Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI. Kajian ini juga diikuti dengan khidmat oleh seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Majalengka.
Sesi kajian kali ini dipimpin langsung oleh Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Majalengka, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag. Dalam uraiannya, beliau membedah hikmah ke-158 dari kitab legendaris karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari, yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga rahasia (aib) sesama manusia dan memperkuat sifat kasih sayang (rahmah).
Menjaga Aib sebagai Karunia Allah Dalam paparan materinya, Ojun menjelaskan bahwa salah satu karunia besar dari Allah SWT adalah ditutupinya aib atau rahasia buruk seseorang dari pandangan orang lain. Ia mengingatkan agar ketika seseorang diberikan kelebihan untuk mengetahui kekurangan sesamanya, hal tersebut tidak boleh menghilangkan rasa kasih sayang.
“Jangan sampai pengetahuan kita tentang kekurangan atau aib seseorang membuat kita kehilangan rasa kasih sayang kepadanya. Jika kasih sayang hilang karena kita tahu keburukan orang lain, maka pengetahuan itu justru menjadi fitnah atau ujian bagi kita sendiri,” ujar Ojun di hadapan para jamaah.
Ia menekankan pentingnya meneladani sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim milik Allah. Jika melihat kesalahan pada orang lain, hendaknya kita mendoakan dan merangkul, bukan justru menghakimi atau menutup pintu taubat bagi mereka.
Pesan kasih sayang dalam keluarga selain hubungan sosial antar-rekan kerja, kajian ini juga menyentuh aspek keharmonisan rumah tangga. Ojun mengajak para pegawai untuk senantiasa menyayangi pasangan dan keluarga.
“Allah menjodohkan kita untuk saling melengkapi. Kekurangan yang ada pada pasangan adalah ladang bagi kita untuk menunjukkan kasih sayang, bukan untuk dicela. Keharmonisan dalam rumah tangga akan membawa keberkahan dalam ibadah dan pekerjaan kita sehari-hari,” tambahnya.
Doa bersama untuk keselamatan di sela-sela kajian, jamaah juga diajak untuk melakukan doa bersama. Doa dipanjatkan khusus untuk keselamatan dan kesehatan rekan sejawat yang akan menjalankan ibadah umrah agar diberikan kemudahan hingga kembali ke tanah air, serta doa bagi keluarga besar Kemenag yang telah berpulang ke rahmatullah.
Kegiatan rutin ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat secara intelektual, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas integritas serta moralitas seluruh pegawai Kemenag Majalengka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar