Majalengka (Humas Kemenag Majalengka) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat melantik total 380 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Optimalisasi Tahun 2024 dan PPPK Paruh Waktu. Prosesi pelantikan dilaksanakan secara daring (online) terpusat dari Kementerian Agama RI di Jakarta, dan dibagi menjadi enam titik lokasi di Jawa Barat.
Titik lokasi pelantikan Kanwil Kemenag Jawa Barat meliputi:
- Titik Lokasi Wilayah I (Kantor Kemenag Kab. Bandung): 82 orang
- Titik Lokasi Wilayah II (MAN 1 Bogor, Kab. Bogor): 84 orang
- Titik Lokasi Wilayah III (PLHUT Kantor Kemenag Kab. Karawang): 51 orang
- Titik Lokasi Wilayah IV (Kantor Kemenag Kab. Cirebon): 62 orang
- Titik Lokasi Wilayah V (Kantor Kemenag Kab. Majalengka): 38 orang
- Titik Lokasi Wilayah VI (Kantor Kemenag Kab. Ciamis): 63 orang
Khusus di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, yang menjadi titik lokasi Wilayah V, dihadiri oleh 38 PPPK dari tiga kantor kementerian agama kabupaten/kota, yaitu Kemenag Kabupaten Majalengka, Kemenag Kabupaten Kuningan, dan Kemenag Kabupaten Sumedang, pada Kamis (27/11/2025).
Rincian 38 PPPK yang dilantik di titik lokasi Majalengka terdiri dari: Kabupaten Majalengka sebanyak 5 orang, Kabupaten Kuningan sebanyak 20 orang, dan Kabupaten Sumedang sebanyak 13 orang.
Pelantikan ini dihadiri secara luring oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Kemenag Majalengka Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., Kepala Kemenag Kuningan Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si., Kepala Kemenag Sumedang H. Hamzah Rukmana, S.Ag., MA., Kasubag TU Kemenag Majalengka Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., Kasi Bimas Islam Kemenag Majalengka H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., serta Kabid Penais H. Jajang Apipudin, M.Ag., yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Mengawali acara, Kepala Kemenag Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan selamat datang dan rasa bangga atas terpilihnya Majalengka sebagai tuan rumah.
“Alhamdulillah pada kesempatan pagi menjelang siang ini, kita bisa berkumpul dalam rangka pelantikan dan penyerahan SK untuk P3K baru untuk Kabupaten Majalengka, Kuningan, dan Sumedang,” ujar Agus Sutisna. “Kami ucapkan selamat datang, mudah-mudahan dengan kehadiran Bapak dan Ibu semuanya, di sini ada berkah untuk Majalengka.”
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., yang memberikan arahan secara daring, menekankan bahwa inti dari Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah melayani, bukan dilayani.
“Inti dari Aparatur Sipil Negara yaitu adalah melayani. Jadi bukan dilayani tapi melayani. Intinya khadimun [pelayan],” tegas Kakanwil. “Niatkan bahwa kita ini akan melayani umat, melayani masyarakat, melayani apa yang berkaitan dengan keperluan masyarakat.”
Ia juga mengingatkan para PPPK yang baru bergabung sebagai keluarga besar Kemenag untuk senantiasa menjaga marwah kementerian dan meningkatkan kualitas layanan. Kakanwil Dudu Rohman juga menyoroti pentingnya ketaatan kepada pimpinan, evaluasi diri, dan menciptakan inovasi atau ide-ide baru dalam pelayanan.
“ASN Kemenag harus beradaptasi dengan era digital. Jadi, pelayanan kita atau melayani kita itu harus dengan digital,” pesannya.
Selain itu, ASN Kemenag juga dituntut untuk tetap menjaga nilai-nilai spiritual dan akhlak, serta menjadi teladan dalam integritas dan inovasi pelayanan.
Arahan selanjutnya disampaikan oleh H. Jajang Apipudin, M.Ag., selaku Kabid Penais Zakat dan Wakaf (Zawa) Kanwil Kemenag Jawa Barat. Ia mengawali dengan menyampaikan syukur atas anugerah yang didapatkan para PPPK.
“Kita patut bersyukur dapat bergabung di keluarga besar Kementerian Agama. Apapun itu, ini adalah sebuah anugerah, yang mana masih banyak orang-orang yang mengantri ingin seperti kita,” kata Jajang.
Menurutnya, rasa syukur tersebut harus diwujudkan dalam beberapa hal utama, salah satunya adalah berterima kasih dan mendoakan pimpinan. “Siapa orang yang tidak bisa bersyukur kepada Allah, juga akan tidak bisa bersyukur kepada manusia (Laa yasykurullah man laa yasykuru an-naas),” kutipnya.
Jajang juga menegaskan peran ASN Kemenag sebagai pelayan masyarakat. “Sebagai ASN harus melayani masyarakat sepenuhnya. Jangan setengah-setengah. Karena kerja kita itu tidak hanya menggugurkan kewajiban… tapi juga itu adalah ibadah. Setiap langkah kita, setiap nafas kita, kalau dinikmatkan ibadah, nilainya ibadah,” paparnya.
Poin penting lain yang disampaikan adalah peran ASN sebagai pelopor perubahan. “Di tengah-tengah masyarakat, ketika kita berkarir, ketika kita melakukan hal-hal positif, ya, juga tentunya akan dinilai oleh masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seorang ASN Kemenag harus memberikan contoh kepada masyarakat, yang otomatis akan dihormati dan mempunyai wibawa.
Terakhir, ia berpesan mengenai integritas layanan. “Memberikan layanan tanpa pamrih. Jangan kita ketika memberikan layanan, menunggu dulu tanda terima kasih, atau menunggu ucapan terima kasih. Biarlah Allah, Tuhan kita, yang membalasnya apa yang kita lakukan,” tutup H. Jajang Apipudin, sembari mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang telah dilantik.
Pelantikan dan penyerahan SK ini diharapkan menjadi momentum bagi para PPPK untuk meningkatkan kontribusi dan integritas mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi di Kementerian Agama, khususnya dalam melayani umat dan masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min



Komentar