Jatiwangi (KEMENAG)— Perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dihadirkan kembali melalui pertunjukan drama kolosal dan teatrikal oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka di lapangan madrasah, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran sejarah sekaligus upaya menanamkan nilai keberanian, keikhlasan, persatuan, dan cinta tanah air kepada generasi muda dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Pertunjukan yang melibatkan gabungan siswa kelas XI dan XII itu menggambarkan peran para kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan serta mempertahankan kemerdekaan. Melalui seni peran, para siswa berusaha menghadirkan kembali semangat perjuangan generasi terdahulu agar nilai-nilai kepahlawanan dapat dipahami secara lebih dekat oleh peserta didik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan sejarah perjuangan bangsa dengan tanggung jawab pelajar masa kini. Para siswa diajak memahami bahwa perjuangan tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih, melainkan berlanjut melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan akhlak, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ketua Tim Teater MAN 3 Majalengka, Satria Agung Nursyahid, siswa kelas XII, menyampaikan bahwa persiapan pertunjukan membutuhkan kerja sama, kedisiplinan, dan kesungguhan seluruh anggota tim. Setiap pemeran perlu memahami karakter yang dimainkan agar pesan sejarah dapat tersampaikan kepada penonton.
“Melalui visualisasi ini, kami ingin mengajak teman-teman untuk tidak sekadar memperingati Hari Santri secara seremonial, tetapi juga memahami dan meneladani keberanian, keikhlasan, serta patriotisme para santri terdahulu dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Satria.
Proses pementasan juga memberikan pengalaman belajar bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan seni peran, membangun kepercayaan diri, mengelola kerja tim, dan menyampaikan pesan melalui pertunjukan visual. Pengalaman tersebut mempertemukan pembelajaran sejarah, seni, dan pendidikan karakter dalam satu kegiatan yang melibatkan kreativitas serta partisipasi aktif peserta didik.
Bagi MAN 3 Majalengka, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan jiwa santri di kalangan pelajar. Nilai kesantrian tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu agama, tetapi juga tercermin dalam akhlak mulia, semangat belajar, kepedulian sosial, penghargaan terhadap keberagaman, dan tanggung jawab menjaga persatuan bangsa.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan para ulama dan santri melalui cara yang sesuai dengan tantangan zaman. Jika generasi terdahulu berjuang melawan penjajahan, pelajar masa kini dapat mengisi kemerdekaan dengan prestasi, penguasaan teknologi, kreativitas, serta karya yang bermanfaat.
Melalui visualisasi sejarah perjuangan santri ini, MAN 3 Majalengka menghadirkan pembelajaran yang mengajak siswa mengenali sejarah sekaligus mengambil nilai-nilai penting untuk kehidupan sehari-hari. Semangat perjuangan diharapkan tidak berhenti di panggung pertunjukan, tetapi tumbuh dalam sikap dan tindakan para pelajar di lingkungan madrasah maupun masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter generasi muda yang religius, berwawasan kebangsaan, kreatif, dan bertanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan menuju Indonesia yang lebih baik.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar