Rajagaluh (KEMENAG) – Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Majalengka menggelar salat Istisqa di lapangan madrasah usai upacara peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan staf sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon diturunkannya hujan serta kelimpahan keberkahan dari Allah Swt. di tengah kondisi musibah kekeringan.
Seusai pelaksanaan salat sunah permohonan hujan tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian ceramah oleh H. Enday Hidayat, S.Ag. Dalam uraian tausiahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amalan istigfar, serta menyadari sepenuhnya bahwa manusia senantiasa bergantung pada pertolongan Allah Swt., terutama saat menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.
Enday menuturkan kisah teladan mengenai seekor semut yang memohon hujan kepada Allah Swt. pada zaman Nabi Sulaiman a.s. Menurut penjelasannya, riwayat tersebut menjadi pengingat yang sangat berharga bahwa seluruh makhluk hidup di bumi membutuhkan air dan menggantungkan keberlangsungan hidupnya pada rahmat serta kekuasaan Sang Pencipta.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kisah tersebut memuat pelajaran mendalam mengenai pentingnya memiliki kerendahan hati ketika berdoa. Manusia diimbau untuk senantiasa menyadari keterbatasan diri, memperbanyak rasa syukur, dan senantiasa memohon pertolongan Ilahi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama makhluk serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab kehidupan.
“Salat Istisqa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt., memperbanyak istigfar, dan memohon rahmat-Nya. Kita juga harus menyadari bahwa air merupakan kebutuhan bagi seluruh makhluk hidup sehingga penting bagi kita untuk senantiasa bersyukur dan menjaga lingkungan,” ujar Enday.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi momentum spritual bagi keluarga besar MAN 2 Majalengka untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku harian, dan meningkatkan ketakwaan. Ikhtiar bersama ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan sumber daya air secara bijaksana.
Melalui kegiatan ini, seluruh murid, guru, dan staf diharapkan dapat memetik hikmah mendalam tentang pentingnya perpaduan antara doa, usaha, dan kepasrahan diri. Harapan dan doa dipanjatkan agar Allah Swt. segera melimpahkan rahmat-Nya dengan menurunkan hujan yang membawa keberkahan serta kebaikan bagi seluruh makhluk hidup. Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar