Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. mendorong para Penyuluh Agama untuk meningkatkan partisipasi dalam ajang olahraga dan seni dengan mengedepankan kekompakan, sportivitas, dan kebersamaan. Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang membahas kesiapan peserta, pembentukan tim, serta strategi menghadapi sejumlah cabang perlombaan.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyamakan langkah sekaligus memastikan setiap cabang lomba memiliki peserta yang siap berkompetisi. Berbagai cabang olahraga dan seni dibahas, mulai dari bulu tangkis, tenis meja, bola voli, dan catur hingga paduan suara campuran.
Cabang yang akan diikuti meliputi bulu tangkis ganda putra dan putri, tenis meja ganda putra dan putri, bola voli putra dan putri, catur putra dan putri, serta paduan suara campuran dengan jumlah peserta maksimal 20 orang.
Euis menekankan bahwa keterlibatan seluruh penyuluh menjadi hal penting dalam menyukseskan ajang tersebut. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian sesuai dengan kemampuan, minat, dan potensi yang dimiliki. Karena itu, partisipasi ibu-ibu penyuluh juga mendapat perhatian agar keterwakilan peserta semakin merata pada cabang-cabang yang dipertandingkan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya gelar juara yang diraih.
“Kemauan untuk terlibat, keberanian mencoba, dan kesediaan saling mendukung justru menjadi modal penting dalam membangun kebersamaan di lingkungan kerja.” tegasnya
Salah satu hal yang mengemuka dalam pertemuan tersebut ialah masih terbatasnya partisipasi ibu-ibu dalam sejumlah cabang lomba. Kendala seperti persiapan yang belum optimal, keterbatasan waktu latihan, serta kekhawatiran menghadapi pertandingan menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan berkompetisi perlu dibuka seluas-luasnya. Peserta tidak harus menunggu sampai merasa benar-benar mahir untuk mulai mencoba. Dengan latihan, dukungan rekan, dan kemauan untuk belajar, kemampuan dapat terus dikembangkan.
Semangat itu dirangkum dalam prinsip “jangan kalah sebelum bertanding”. Pesan tersebut mengajak para penyuluh agar tidak menjadikan rasa takut atau keraguan sebagai penghalang untuk berpartisipasi. Setiap peserta memiliki peluang untuk memberikan kontribusi, sekaligus memperoleh pengalaman berharga dari proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.

“Yang penting bahagia,” menjadi pesan yang turut ditekankan Kepala Kantor Kemenag Majalengka. Pesan sederhana ini mengingatkan bahwa kegembiraan dan kebersamaan merupakan bagian penting dari kegiatan olahraga dan seni. Prestasi tentu menjadi kebanggaan, tetapi keberanian untuk tampil, menikmati proses, dan menjaga kekompakan juga patut diapresiasi.
Untuk mendukung kesiapan peserta, Euis menyampaikan rencana penunjukan wasit dan pelatih pada setiap cabang lomba. Kehadiran pelatih diharapkan membantu peserta meningkatkan kemampuan melalui persiapan yang lebih terarah, sedangkan wasit berperan menunjang pertandingan agar berlangsung tertib dan objektif.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan tim secara menyeluruh. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan waktu persiapan untuk berlatih, memperkuat koordinasi, dan memahami kebutuhan masing-masing cabang. Dengan demikian, setiap tim dapat tampil lebih percaya diri tanpa mengabaikan prinsip sportivitas.
Sebagai tambahan motivasi, Euis juga menawarkan penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih juara. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas usaha, kedisiplinan, dan pencapaian peserta selama mengikuti perlombaan. Meski demikian, seluruh peserta tetap didorong untuk menempatkan semangat kebersamaan dan sportivitas sebagai landasan utama. Dengan cara itu, persaingan dapat berlangsung sehat dan menjadi pengalaman positif bagi semua pihak.
Selain persiapan teknis, kelengkapan administrasi juga menjadi perhatian. Surat tugas akan diterbitkan setelah susunan tim dinyatakan lengkap, termasuk peserta, ofisial, dan unsur pendukung lainnya. Para calon peserta diminta segera berkoordinasi agar kebutuhan setiap cabang dapat dipastikan sebelum proses penerbitan surat tugas dilakukan.
Koordinasi sejak awal diperlukan agar persiapan berjalan lebih terarah dan tidak terkendala persoalan administratif. Kelengkapan tim juga membantu memastikan setiap cabang memiliki perwakilan yang sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
Melalui persiapan tersebut, Kemenag Majalengka mendorong para Penyuluh Agama untuk menjadikan ajang olahraga dan seni sebagai ruang mempererat silaturahmi, mengembangkan potensi, serta membangun kepercayaan diri. Semangat berpartisipasi diharapkan tumbuh di seluruh kalangan penyuluh, sehingga kegiatan ini tidak hanya menghadirkan persaingan untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam mendukung pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.


Komentar