Majalengka (KEMENAG) – Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Majalengka Agus Susanto menekankan pentingnya Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin muda saat menjadi pembicara dalam acara gelar wicara pada perhelatan Majalengka Wedding Expo dan Kuliner 2026 di Gedung Islamic Center Majalengka, Sabtu (17/10/2026).
Dalam kegiatan yang dipandu oleh pembawa acara Tata Oktaf tersebut, Agus Susanto menjelaskan bahwa Bimbingan Perkawinan menjadi fondasi krusial bagi ketahanan rumah tangga karena mencakup tiga pilar utama kehidupan berpasangan.
“Bimwin itu sesuatu yang sangat penting karena memuat tiga hal mendasar, yaitu to know untuk mengetahui, to do untuk melakukan, dan to live together untuk hidup bersama,” ujar Agus di hadapan para peserta.
Melalui program tersebut, para calon pengantin tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai hak dan kewajiban masing-masing, tetapi juga dilatih untuk siap mengambil tindakan dalam menghadapi dinamika rumah tangga serta memahami seni bertoleransi dalam menjalani kehidupan bersama.
Selain menekankan kesiapan mental, acara tersebut juga mengupas fenomena pernikahan di balai nikah Kantor Urusan Agama yang kini semakin digandrungi Generasi Z. Agus Susanto menuturkan bahwa menikah di balai nikah Kantor Urusan Agama kini menjadi pilihan yang praktis, sakral, dan efisien secara finansial karena masyarakat tidak dikenakan biaya alias gratis jika dilaksanakan pada hari dan jam kerja.
Kemudahan tersebut kini makin ditunjang oleh efisiensi sistem administrasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah dari Kementerian Agama. Layanan terintegrasi ini memungkinkan masyarakat mengurus pendaftaran pernikahan secara daring kapan saja.
“Sekarang daftar nikah bisa dari rumah, cukup mengunggah dokumen persyaratan lewat gawai masing-masing. Begitu data masuk, sistem langsung memverifikasi keabsahannya, sehingga prosesnya transparan, cepat, dan meminimalkan drama antrean,” jelas Agus.
Edukasi yang disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Majalengka ini mendapat respons positif dari pengunjung. Salah satu perwakilan Generasi Z yang hadir, Gaby, mengaku memperoleh sudut pandang baru mengenai esensi persiapan pernikahan.
Gaby mengungkapkan bahwa semula ia menganggap persiapan pernikahan hanya berfokus pada resepsi dan busana pengantin. Namun, setelah menyimak pemaparan materi, ia menyadari pentingnya pembekalan Bimbingan Perkawinan serta kemudahan pendaftaran melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah. Ia juga menilai tren melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama sangat menarik dan terjangkau bagi anak muda.
Kehadiran jajaran Kantor Urusan Agama dalam ajang tahunan yang memadukan pameran industri pernikahan dan festival kuliner lokal ini sukses menarik antusiasme pengunjung, khususnya pasangan muda yang sedang merencanakan pernikahan.
Kontributor: Iman Abdulrahman


Komentar