Jatiwangi (KEMENAG) — Membahas perkembangan belajar, kedisiplinan, dan pola pengasuhan siswa secara langsung bersama orang tua menjadi fokus kegiatan home visit yang dilakukan Hanna Fatma Khoiruzzahro, S.Sos.I., guru MAN 3 Majalengka, pada Jumat (16/10/2026). Melalui dialog dari rumah ke rumah dalam suasana kekeluargaan, Hanna membangun komunikasi dengan orang tua untuk menyelaraskan pendampingan anak di lingkungan keluarga dan madrasah.
Kegiatan home visit berbasis parenting ini menjadi ruang komunikasi antara madrasah dan keluarga. Kunjungan tersebut tidak sekadar mempererat silaturahmi, tetapi juga membantu guru memahami kondisi siswa di rumah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan yang dapat mendukung perkembangan peserta didik.
Dalam suasana santai dan komunikatif, Hanna berdialog dengan orang tua atau wali siswa mengenai perkembangan akademik, kedisiplinan, motivasi belajar, pembentukan karakter, serta kebiasaan anak sehari-hari. Komunikasi dua arah ini membuka kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar informasi dan memahami tantangan yang dihadapi siswa selama menjalani proses pendidikan.
Pendekatan berbasis parenting menempatkan orang tua sebagai mitra penting dalam pendidikan. Keluarga tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan belajar anak, tetapi juga memberikan perhatian emosional, membangun kebiasaan positif, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Sementara itu, guru mendampingi siswa melalui pembelajaran dan pembinaan karakter di madrasah.
Melalui kunjungan tersebut, orang tua dapat menyampaikan pandangan maupun kendala dalam mendampingi anak. Guru juga dapat memberikan masukan mengenai pola komunikasi, motivasi belajar, dan pembiasaan disiplin yang dapat diterapkan secara konsisten di rumah. Dengan demikian, pendampingan siswa dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Home visit juga menjadi sarana membangun kepercayaan antara guru dan keluarga. Persoalan yang berkaitan dengan perkembangan siswa dapat dibicarakan secara terbuka dan dicarikan jalan keluar melalui kerja sama. Kesamaan pemahaman antara rumah dan madrasah menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar serta pertumbuhan karakter peserta didik.
Bagi MAN 3 Majalengka, sinergi guru dan orang tua merupakan bagian penting dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai yang ditanamkan di madrasah perlu diperkuat melalui pola pengasuhan dan pembiasaan positif di lingkungan keluarga.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar