Berita Daerah MAN

Asah Keterampilan Tata Busana, Murid X.11 MAN 2 Majakengka Praktik Beragam Tusuk Jahit dan Hias

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.11 Tata Busana (Tabus) MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran praktik mengenai macam-macam tusuk jahit dan tusuk hias dengan bimbingan guru Tata Busana, Tuti Suryani, S.Pd., pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali murid dengan keterampilan dasar menjahit sekaligus mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan karya busana yang rapi dan menarik.

Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari perbedaan tusuk jahit dan tusuk hias, fungsi masing-masing jenis tusuk, serta penerapannya dalam proses pembuatan dan penyelesaian produk busana. Tusuk jahit digunakan untuk menyambungkan atau menguatkan bagian kain, sedangkan tusuk hias berfungsi memberikan sentuhan dekoratif agar tampilan kain atau busana lebih menarik.

Beberapa jenis tusuk yang dapat dipelajari dalam praktik ini antara lain tusuk jelujur, tusuk tikam jejak, tusuk feston, tusuk flanel, dan tusuk silang. Setiap jenis tusuk memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan jahitan maupun desain hiasan.

Melalui kegiatan praktik, murid berlatih memegang jarum dengan benar, mengatur ketegangan benang, menjaga kerapian dan keseragaman tusukan, serta memperhatikan jarak antartusuk. Ketelitian dan kesabaran menjadi aspek penting karena kualitas jahitan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan sambungan, tetapi juga oleh kerapian hasil akhirnya.

Tuti menjelaskan bahwa penguasaan teknik dasar tusuk jahit dan tusuk hias merupakan bekal penting bagi murid dalam mempelajari keterampilan tata busana pada tahap berikutnya.

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

“Praktik macam-macam tusuk jahit dan tusuk hias ini penting untuk membangun keterampilan dasar murid. Mereka perlu memahami fungsi setiap tusuk sekaligus berlatih agar hasil jahitannya kuat, rapi, dan sesuai dengan tujuan penggunaannya,” jelas Tuti.

Tuti juga menekankan bahwa keterampilan menjahit membutuhkan latihan secara berkelanjutan agar murid semakin terampil dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas.

“Saya berharap murid terus berlatih dengan tekun, teliti, dan sabar. Keterampilan dasar yang dikuasai dengan baik akan menjadi bekal untuk mengembangkan kreativitas serta menghasilkan produk busana yang memiliki nilai guna dan nilai estetika,” tambahnya.

Pembelajaran praktik ini menjadi bagian dari upaya MAN 2 Majalengka sebagai madrasah plus keterampilan dalam mengembangkan kompetensi vokasional murid. Selain memahami teori, murid memperoleh pengalaman langsung yang dapat meningkatkan keterampilan motorik, ketelitian, kedisiplinan, dan kreativitas.

Melalui pembelajaran Tata Busana ini, murid diharapkan mampu menerapkan berbagai teknik tusuk jahit dan tusuk hias secara tepat serta mengembangkan keterampilan tersebut dalam pembuatan produk busana. Kompetensi ini diharapkan menjadi fondasi bagi murid untuk menghasilkan karya yang rapi, kreatif, dan siap dikembangkan sesuai kebutuhan dunia kerja maupun kewirausahaan.

Perkuat Integritas Pengawas TKA-AN, Kemenag Majalengka Gelar Sosialisasi

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *