Jatiwangi (KEMENAG) — Usai menunaikan salat Subuh, ASN MAN 3 Majalengka melanjutkan aktivitas pagi dengan mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an dan pembelajaran Bahasa Arab secara daring yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Jumat (16/10/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi wujud keistiqamahan dalam menjaga tradisi mengaji sekaligus meningkatkan kompetensi keagamaan di tengah pelaksanaan tugas kedinasan.
Kegiatan yang diikuti ASN di lingkungan Kementerian Agama se-Jawa Barat ini memanfaatkan waktu pagi untuk mengawali hari dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan pembelajaran. Pelaksanaan setelah salat Subuh juga memberikan ruang bagi ASN untuk memperkuat spiritualitas sebelum menjalankan rutinitas pekerjaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Bahasa Arab. Kedua kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memelihara kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman terhadap bahasa yang digunakan dalam sumber-sumber utama ajaran Islam.
Bagi ASN MAN 3 Majalengka, konsistensi mengikuti kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan kehadiran dalam agenda rutin Kementerian Agama. Lebih dari itu, keistiqamahan tersebut merupakan upaya membangun kebiasaan positif yang mengintegrasikan nilai spiritual, semangat belajar, dan tanggung jawab profesional.
Sutarja, salah seorang ASN MAN 3 Majalengka yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa tadarus Al-Qur’an dan pembelajaran Bahasa Arab memberikan manfaat bagi penguatan pengetahuan keagamaan sekaligus pembiasaan diri untuk terus belajar.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mengawali aktivitas dengan tadarus Al-Qur’an dan melanjutkannya dengan pembelajaran Bahasa Arab. Semoga kebiasaan baik ini terus terjaga dan nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas sebagai ASN,” ujar Sutarja.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas ASN tidak hanya bertumpu pada kompetensi teknis dan profesional, tetapi juga membutuhkan penguatan spiritual serta pembentukan karakter. Kebiasaan memanfaatkan waktu setelah salat Subuh untuk belajar menjadi salah satu ikhtiar menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kesadaran akan pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tadarus dan pembelajaran Bahasa Arab secara daring, ASN MAN 3 Majalengka diharapkan terus menjaga keistiqamahan dalam menuntut ilmu dan memperkuat nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, semangat spiritual yang dibangun sejak pagi dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar