Berita Daerah

Kolaborasi Sains dan Seni, Siswa MTsN 12 Majalengka Ciptakan Beragam Produk Inovatif

Rajagaluh (KEMENAG) – Inovasi pembelajaran yang memadukan teori dan praktik nyata terus dikembangkan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka. Pada Rabu (7/10/2026), madrasah ini sukses menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan dua disiplin ilmu sekaligus, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Seni Budaya. Bertempat di lingkungan madrasah, program terintegrasi ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh siswa-siswi kelas 9.

Proyek kolaborasi lintas mata pelajaran ini dirancang untuk mencetak karya berupa produk terapan yang bernilai guna. Dari sudut pandang sains, para siswa didampingi langsung oleh Guru IPA, Yoyoh Suryaningsih, S.T. Dalam tahap ini, siswa diajarkan secara terperinci mengenai langkah demi langkah pembuatan produk olahan kimia dan bioteknologi konvensional yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Berbekal ketelitian dan panduan yang ketat, para siswa kelas 9 berhasil meracik dan memproduksi berbagai produk inovatif. Karya-karya tersebut meliputi produk sanitasi seperti cairan pembersih WC dan cairan pembersih kaca, hingga produk olahan pangan bernilai gizi seperti telur asin, asinan salak dan mangga, saus tomat, serta sirop strawberry.

“Melalui praktik langsung ini, anak-anak diajak untuk mengaplikasikan teori reaksi kimia dasar dan bioteknologi konvensional. Mereka tidak hanya sekadar menghafal rumus di dalam kelas, tetapi terjun langsung menakar bahan dasar hingga menjadi cairan pembersih, serta memahami proses fermentasi dan pengawetan makanan. Pembelajaran seperti ini tentu jauh lebih bermakna dan membekas di ingatan siswa,” terang Yoyoh di sela-sela kegiatan pendampingan.

Sebuah produk yang berkualitas tentu belum sempurna tanpa adanya visual yang memikat. Di sinilah peran mata pelajaran Seni Budaya mengambil alih. Di bawah bimbingan Guru Seni Budaya, Uum Umamah, S.Pd., M.Si., karya-karya IPA para siswa kemudian diberikan sentuhan estetika agar memiliki daya tarik visual dan siap dipasarkan.

PKKM Satu Tahunan, Kemenag Majalengka Dorong Peningkatan Kinerja dan Prestasi Madrasah

Para siswa diajarkan mengenai seni tipografi warna dalam mendesain label merek, serta kecermatan dalam memilih material pengemasan (packing) yang tidak hanya aman tetapi juga estetik.

“Sebuah produk hasil riset sains yang bagus akan kehilangan potensinya jika dikemas secara sembarangan. Di sinilah integrasi Seni Budaya masuk. Kami mengajarkan anak-anak bagaimana menentukan paduan warna font yang eye-catching untuk label, memilih desain kemasan botol atau stoples yang sesuai dengan produknya, dan menata visual agar memiliki nilai jual tinggi di pasaran,” ungkap Uum memberikan apresiasi atas kreativitas siswanya.

Langkah progresif MTsN 12 Majalengka melalui kolaborasi dua mata pelajaran ini merupakan potret nyata pendidikan abad 21 yang holistik. Madrasah membuktikan bahwa batas-batas antarmata pelajaran sejatinya bisa dilebur menjadi sebuah proyek kewirausahaan yang luar biasa. Melalui sinergi antara keakuratan sains dan keindahan seni, MTsN 12 Majalengka tidak sekadar meluluskan siswa yang cerdas secara akademik, melainkan tengah menyemai bibit-bibit wirausahawan muda yang terampil, inovatif, dan siap berkarya di tengah masyarakat.

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Kolaborasi Kemenag Majalengka dan Dinas Pendidikan Berhasil Turunkan Angka ATS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *