Berita Kemenag

Kemenag Majalengka Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kemajuan Umat

Majalengka (KEMENAG) — Masjid perlu hadir sebagai ruang bersama yang mampu memperkuat persaudaraan, mengembangkan pendidikan, menggerakkan ekonomi, dan menjawab persoalan sosial masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., saat menjadi pemateri dalam kegiatan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Sabtu  (10/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Baznas Kabupaten Majalengka tersebut dihadiri oleh 30 orang pengurus masjid.

Dalam pemaparannya, Euis menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus berdaya.

“Pengelolaan masjid perlu terus dikembangkan agar tidak terbatas pada penyelenggaraan ibadah ritual saja, tetapi juga mampu menjadi pusat pelayanan, pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan persaudaraan.” ungkapnya

Lebih Lanjut, Euis menegaskan bahwa masjid harus menjadi rumah bersama yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Setiap jamaah perlu mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam memakmurkan masjid.” Imbuhnya

Partisipasi Penyuluh Agama KUA Ligung dalam Pelantikan Pengurus Makom Al Bab Kabupaten Majalengka

Empat Strategi Penguatan Peran Masjid

Dalam upaya mengoptimalkan peran masjid, terdapat empat strategi utama yang perlu menjadi perhatian para pengelola masjid, yakni kepemimpinan takmir yang inklusif, tata kelola profesional, penguatan dialog dan musyawarah, serta pengembangan program pemberdayaan.

Kepemimpinan takmir menjadi fondasi pertama. Pengurus masjid dituntut bersikap terbuka, adil, dan mampu merangkul berbagai unsur masyarakat tanpa membedakan organisasi maupun mazhab.

“Takmir memiliki peran penting dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, menjaga suasana yang kondusif, dan membangun komunikasi ketika muncul persoalan di lingkungan masjid.” Jelas Euis

Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi pengurus, khususnya dalam pelayanan, manajemen organisasi, dan penyelesaian konflik, menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas masjid.

Tingkatkan Ketertiban Siswa, Kapolsek Talaga Bersama Plt Kepala MAN 1 Majalengka Perkuat Sinergi Preventif

Strategi kedua adalah membangun tata kelola yang profesional dan transparan. Administrasi, keuangan, aset, serta program kegiatan perlu dikelola secara tertib dan akuntabel. Keterbukaan dalam pengelolaan akan membantu membangun kepercayaan jamaah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid.

Strategi selanjutnya yaitu dialog dan musyawarah. Perbedaan pandangan maupun praktik keagamaan hendaknya dihadapi dengan sikap dewasa melalui komunikasi, mediasi, dan islah atau upaya mendamaikan pihak-pihak yang berselisih. Dengan cara tersebut, masjid dapat menjadi ruang yang menumbuhkan pemahaman bersama, bukan tempat berkembangnya pertentangan.

Strategi keempat ialah mengembangkan program pemberdayaan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Program masjid perlu dirancang berdasarkan kondisi jamaah dan lingkungan sekitarnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Dakwah Menyejukkan dan Program Masjid Berdaya Berdampak

Penguatan manajemen juga harus berjalan beriringan dengan dakwah yang menyejukkan. Dakwah diharapkan menyebarkan ilmu, kedamaian, dan persaudaraan, sekaligus memperkuat sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

Penyuluh Agama Islam KUA Malausma Lakukan Rekaman Video Tilawah untuk Penguatan Kompetensi dan Profesionalitas Penyuluh

Euis juga memaparkan konsep Program Masjid Berdaya Berdampak (MADADA), yang mendorong masjid mengembangkan kegiatan dengan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat. Program ini mencakup empat bidang utama, yaitu layanan pendidikan, penguatan ekonomi umat, pelestarian lingkungan, dan penyelesaian persoalan sosial.

Pada bidang pendidikan, masjid dapat memperkuat pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan keagamaan, pengembangan generasi muda, serta peningkatan literasi masyarakat. Di bidang ekonomi, masjid dapat menjadi penggerak potensi lokal melalui kegiatan pemberdayaan yang mendorong kemandirian jamaah.

Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui pembiasaan hidup bersih, pengelolaan sampah, dan pemeliharaan fasilitas umum di sekitar masjid. Berbagai program tersebut perlu disusun secara terarah agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan hasil yang dapat dirasakan.

Ukuran keberhasilan masjid, dengan demikian, tidak cukup dilihat dari kemegahan bangunannya. Kualitas pelayanan, keterlibatan jamaah, keterbukaan pengelolaan, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menilai kebermanfaatannya.

Menguatkan Masjid yang Melayani Masyarakat

Melalui kegiatan Inovasi Manajemen Masjid Modern, penguatan kapasitas pengelola masjid menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong rumah ibadah beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Kementerian Agama Kabupaten Majalengka mendorong agar prinsip kepemimpinan yang inklusif, tata kelola yang transparan, dakwah yang menyejukkan, dan program pemberdayaan dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing masjid. Penguatan tersebut memerlukan keterlibatan takmir, jamaah, dan unsur masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan bersama.

Kontributor: D.Win/ U. Sanusi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *