Berita Kemenag

Hadiri Pelantikan Pramuka MTsN 2 Majalengka, Kepala Kankemenag Majalengka Berikan Motivasi Belajar, Literasi Digital Hingga Singgung Kesehatan Mental

Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. menghadiri kegiatan pelantikan anggota Pramuka MTsN 2 Majalengka yang dikemas melalui kegiatan tracking, Kamis (8/10/2026). Kehadiran Kepala Kemenag Majalengka di Curug cipeuteuy, kecamatan Sindangwangi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan motivasi tentang pentingnya pendidikan, pengembangan diri, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan remaja.

Pelantikan anggota Pramuka MTsN 2 Majalengka kini dapat dilaksanakan melalui kegiatan tracking, tidak semata-mata melalui perkemahan. Pelaksanaan tersebut tetap memperhatikan pemenuhan persyaratan administrasi, termasuk kelengkapan pengisian buku Syarat Kecakapan Umum (SKU).

Di hadapan para siswa dan guru, Kepala Kemenag Majalengka berbagi pengalaman perjalanan pendidikannya sebagai alumni madrasah tersebut. Ia mengajak siswa agar tidak membatasi cita-cita hanya karena latar belakang pendidikan atau kondisi saat ini.

“Pendidikan merupakan proses panjang yang perlu terus dijalani untuk membuka kesempatan yang lebih luas.” tegasnya

Perjalanan pendidikan dari jenjang madrasah hingga pendidikan tinggi menjadi bagian dari pengalaman yang dibagikan kepada siswa. Pesan tersebut disampaikan untuk menumbuhkan keyakinan bahwa setiap siswa memiliki peluang untuk berkembang dan meraih cita-cita selama mau belajar, berusaha, serta memanfaatkan kesempatan yang ada.

Pererat Silaturahmi dan Lepas Anggota Purna, DWP Kemenag Majalengka Gelar Pertemuan Rutin di Buper Cipanten Argalingga

“Jangan berhenti belajar. Jangan membatasi diri dalam pendidikan. Teruslah belajar dan percaya bahwa kalian juga bisa meraih apa yang kalian cita-citakan,” pesan Euis kepada para peserta.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak ditentukan hanya oleh capaian yang diperoleh saat berada di bangku madrasah. Kebiasaan belajar, keberanian mencoba, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri akan menjadi bekal penting ketika siswa memasuki tahap pendidikan dan kehidupan berikutnya.

Selain memberikan motivasi tentang pendidikan, Euis juga mengingatkan para siswa mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Kesehatan mental menjadi salah satu perhatian, terutama ketika anak-anak dan remaja berhadapan dengan tekanan sosial, tuntutan lingkungan, maupun pengaruh media sosial.

Penggunaan gadget dan media sosial yang tidak terkendali juga perlu mendapat perhatian. Menurutnya, teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkomunikasi, dan menghasilkan sesuatu yang positif, bukan justru membuat siswa kehilangan waktu, menjauh dari lingkungan sosial, atau terjebak pada konten yang tidak bermanfaat.

Karena itu, Euis mendorong guru untuk membuka komunikasi seluas-luasnya dengan siswa. Komunikasi tidak harus selalu berlangsung secara formal di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui media digital yang digunakan siswa sehari-hari.

Guna Kelancaran Pemetaan “Conflict of Interest”, Kemenag Majalengka Gelar Sosialisasi

“Guru harus membuka komunikasi dengan siswa. Anak-anak sekarang hidup di lingkungan digital, sehingga komunikasi dengan mereka juga perlu dibangun melalui ruang yang mereka gunakan,” ujarnya.

Selain itu, para siswa juga didorong untuk meningkatkan literasi digital agar mampu memilah informasi yang diterima melalui internet. Kemampuan mengenali hoaks, memahami sumber informasi, menjaga etika berkomunikasi, serta menggunakan media sosial secara bijak dinilai penting agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan siswa.

Di sisi lain, siswa juga diingatkan untuk menjaga pola hidup sehat dan menjauhkan diri dari perilaku berisiko, termasuk pergaulan yang tidak sehat, penyalahgunaan narkoba, maupun kekerasan. Keterlibatan dalam kegiatan positif seperti Pramuka dinilai dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Setelah rangkaian utama pelantikan dan pemberian arahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Para peserta kemudian mengikuti penanaman bibit pohon sebagai bagian dari program ekoteologi.

Penanaman pohon menjadi bagian yang melengkapi kegiatan Pramuka tersebut. Jika tracking menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang kemandirian dan ketangguhan, penanaman pohon mengajak mereka memahami bahwa menjaga lingkungan juga membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.

Kontributor: D.Win

Supervisi KUA, Kepala Kemenag Majalengka Dorong Digitalisasi Layanan KUA dan Etika ASN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *