Kadipaten (KEMENAG)— MTsN 6 Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan (bullying). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pembukaan Satgas Anti Bullying MTsN 6 Majalengka yang dilaksanakan pada Rabu (30/09/2026) bertempat di Aula MTsN 6 Majalengka.
Kegiatan pembentukan Satgas Anti-Bullying tersebut dibuka oleh Wakamad Kurikulum MTsN 6 Majalengka, Nia Alfitriyani, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa yang ditetapkan sebagai anggota Satgas Anti-Bullying.
Dalam pelaksanaannya, Koordinator BK, Hj. Bibit Rahayuningsih, M.Si., bertindak sebagai pembina Satgas, sedangkan Ahmad Mujahid Praja Kusuma, M.Pd.I., dipercaya sebagai Ketua Satgas Anti-Bullying MTsN 6 Majalengka.
Hj. Bibit Ayu Rahayu menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Satgas Anti Bullying di MTsN 6 Majalengka. Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah, termasuk para siswa.
“Saya berharap Satgas Anti Bullying ini dapat menjadi penggerak bagi terciptanya lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Anak-anak harus berani berkata tidak terhadap bullying, peduli terhadap teman, dan tidak takut untuk melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan. Mari kita bangun budaya saling menghormati dan saling menjaga di MTsN 6 Majalengka,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya Satgas Anti Bullying yang melibatkan 30 siswa, diharapkan upaya pencegahan perundungan dapat dilakukan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Satgas juga diharapkan mampu menjadi teladan dan penggerak dalam membangun komunikasi serta kepedulian antarsiswa.
Pembukaan ini menjadi langkah awal bagi MTsN 6 Majalengka untuk terus menumbuhkan budaya positif dan menciptakan madrasah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari bullying.
Kontributor: Anida Devianthi


Komentar