Banjaran (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tengah suasana alam bebas Bumi Perkemahan (Buper) Lebak Barat, Blok Citando, Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ceramah keagamaan yang menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Bersama Ekstrakurikuler ini dilaksanakan secara khidmat usai pelaksanaan salat Magrib berjamaah.
Agenda tahunan yang berlangsung hingga Jumat (4/9/2026) ini diikuti sebanyak 468 siswa kelas X dengan pendampingan penuh dari panitia unsur siswa kelas XI dan XII. Selain sebagai wahana edukasi luar ruangan, kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat nilai-nilai ketakwaan, membina karakter islami, serta menanamkan kedisiplinan beribadah di kalangan peserta didik.
Dalam tausiahnya, Pembina Ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid (IRMA) MAN 1 Majalengka, H. Aceng, M.Pd.I., menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berada di lingkungan bermasyarakat dan alam terbuka.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dilaksanakan agar para siswa semakin mencintai sosok Rasulullah SAW. Di mana pun kita berada, termasuk di bumi perkemahan, semangat meneladani ajaran dan akhlak mulia Nabi harus tetap menyala,” ujar H. Aceng di hadapan ratusan peserta perkemahan.

Humas MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., mengapresiasi antusiasme para siswa yang tetap tinggi meski harus berhadapan dengan kondisi cuaca dingin di lokasi perkemahan. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan ketangguhan mental dan kedisiplinan peserta didik madrasah.
“Walaupun suasana di Bumi Perkemahan Lebak Barat cukup dingin dan hembusan angin lumayan kencang, hal itu tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan perkemahan dan peribadatan hingga selesai,” ungkap Wawan.
Meski dilaksanakan di lapangan terbuka dengan cuaca yang cukup ekstrem, seluruh agenda peribadatan dan ceramah agama dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Ke depan, pembiasaan ibadah dan pembinaan mental spiritual seperti ini akan terus diintegrasikan ke dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler madrasah.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya mandiri dan berjiwa kepemimpinan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan layanan pendidikan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdampak nyata bagi pembentukan moral masyarakat.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar