Jatiwangi (Kemenag) — Setelah pelaksanaan Upacara Bendera, Tim Kebersihan MTsN 2 Majalengka yang diwakili Ade Yeni Sukmayanti, S.T., mengumpulkan perwakilan sie kebersihan dan sie kerohanian dari setiap kelas di lingkungan madrasah, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut membahas pembagian jadwal piket sekaligus lokasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing kelas.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas diwakili oleh siswa dari sie kebersihan dan sie kerohanian. Mereka diberikan tanggung jawab untuk membantu menjaga kebersihan pada titik-titik lokasi yang telah ditentukan sesuai pembagian tugas.
Ade menjelaskan, pembagian lokasi piket dilakukan agar seluruh area madrasah dapat terpantau dan tetap terjaga kebersihannya. Beberapa titik yang berpotensi luput dari perhatian diharapkan dapat lebih terawasi karena masing-masing kelas memiliki wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
“Pembagian titik piket ini bukan hanya soal siapa yang membersihkan, tetapi bagaimana setiap anak memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan yang menjadi bagiannya. Dengan adanya pembagian wilayah, area-area yang sebelumnya kurang terpantau bisa lebih diperhatikan dan dijaga kebersihannya,” ujar Ade.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab siswa tidak berhenti pada kegiatan membersihkan lokasi yang telah ditentukan. Siswa diharapkan memiliki kepedulian ketika melihat lingkungan di sekitarnya mulai kotor, termasuk berani mengingatkan teman yang membuang sampah sembarangan.
“Kalau ada yang mengotori, anak-anak diharapkan berani menegur dengan cara yang baik dan mengajak teman-temannya untuk ikut menjaga kebersihan. Jadi, bukan hanya membersihkan, tetapi juga mengajak orang lain untuk berpartisipasi agar lingkungan tetap bersih,” jelasnya.
Melalui pembagian tugas tersebut, MTsN 2 Majalengka tidak hanya menempatkan kebersihan sebagai pekerjaan petugas atau kelompok tertentu. Setiap siswa didorong untuk mengambil peran sesuai tanggung jawabnya dan memahami bahwa kondisi lingkungan madrasah merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut diharapkan secara bertahap dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan tanpa harus selalu menunggu arahan. Dengan demikian, budaya bersih dapat tumbuh dari kebiasaan dan kesadaran setiap warga madrasah.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar