Majalengka (KEMENAG) — Menghadapi dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan ekstrem, bencana kebakaran hutan, hingga peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah daerah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang, H. Ilan Ahmad Zaeni Dahlan, M.H., hadir mendampingi seluruh pegawai KUA Sindang dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dalam pelaksanaan Salat Istisqo berjemaah pada Senin (14/9/2026).
Kegiatan spiritual ini diikuti oleh ribuan jemaah dari berbagai elemen masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Forkopimcam. Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. turut hadir dan berbaur secara khusyuk bersama warga untuk memanjatkan doa memohon turunnya hujan.
Rangkaian ibadah tersebut dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh ulama setempat. Kepala Kemenhaj Majalengka, H. Abu Mansur, S.Ag., M.Pd.I. bertindak sebagai khotib, sementara doa bersama dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka, Drs. KH. Anwar Sulaeman, M.MPd.
Di sela-sela kegiatan, Kepala KUA Kecamatan Sindang, H. Ilan Ahmad Zaeni Dahlan, M.H., menyampaikan bahwa kehadiran seluruh jajaran pegawai KUA Sindang merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi krisis iklim yang tengah melanda.
“Kehadiran kami bersama seluruh keluarga besar KUA Kecamatan Sindang merupakan bentuk ikhtiar batiniah. Kami berharap Salat Istisqo ini menjadi penyejuk spiritual, menumbuhkan solidaritas di tengah masyarakat, serta diijabah oleh Allah SWT agar hujan berkah segera turun,” ujar Ilan.

Dalam khotbahnya, Abu Mansur mengajak seluruh jemaah untuk berintrospeksi diri atas segala tindakan manusia yang berpotensi merusak keseimbangan alam.
“Musibah kekeringan, kebakaran hutan, hingga peningkatan aktivitas gunung berapi merupakan ujian sekaligus peringatan bagi kita semua untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam dan memperbanyak amal saleh,” tutur Abu Mansur di hadapan ribuan jemaah.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa penanganan krisis iklim memerlukan penyeimbang antara upaya fisik dan pendekatan spiritual.
“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan mitigasi kekeringan dan penanganan darurat di lapangan. Namun, ikhtiar spiritual melalui Salat Istisqo ini menjadi penyejuk serta bentuk kepasrahan kita kepada Sang Pencipta agar Majalengka dan Indonesia segera terbebas dari musibah,” ujar Eman.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman, memimpin munajat secara khusyuk agar permohonan masyarakat disegerakan.
“Semoga doa ribuan jemaah yang berkumpul hari ini diijabah oleh Allah SWT, sehingga hujan rahmat segera turun menyirami bumi pertiwi, memadamkan titik-titik api, dan menyudahi penderitaan masyarakat akibat kekeringan,” ungkap Anwar.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqo ini, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Majalengka berharap rahmat berupa hujan yang bermanfaat dapat segera memulihkan kesuburan tanah serta membebaskan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman bencana alam.
Kontributor: Sayid Abdullah Yahya


Komentar