Jatiwangi (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiwangi menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan pada September ini, bertempat di aula KUA Jatiwangi pada Senin (7/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan komprehensif kepada calon pengantin agar siap secara fisik, mental, dan emosional dalam membangun rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, komunikasi efektif dalam keluarga, serta cara menghadapi berbagai tantangan kehidupan berumah tangga demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Acara diawali dengan pembukaan oleh penghulu KUA Jatiwangi, Abdul Romli, S.Fil.I., yang memandu jalannya sesi awal secara khidmat. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan resmi oleh Kepala KUA Jatiwangi, H. Sihabudin, M.Ag.
Dalam sambutannya, H. Sihabudin mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terjalin dalam program pembekalan ini.
“Kolaborasi antara KUA Jatiwangi dan mahasiswi Poltekkes Tasikmalaya ini merupakan langkah strategis dalam membekali calon pengantin, tidak hanya dari aspek hukum dan agama, tetapi juga dari aspek kesehatan reproduksi dan kesiapan fisik,” ujar Sihabudin.

Memasuki acara inti, pemaparan materi disampaikan secara kolaboratif oleh para mahasiswi Program Studi Profesi Kebidanan Poltekkes Tasikmalaya, yang terdiri dari Euis Ratna Wulan, Wiwi, Dinda, dan Neng Sri. Para narasumber muda tersebut memaparkan edukasi mendalam seputar kesehatan reproduksi keluarga, pencegahan stunting dari hulu, serta pentingnya menjaga keharmonisan komunikasi suami istri.
Sebagai tindak lanjut, pihak KUA Jatiwangi berencana untuk terus mengembangkan kerja sama lintas bidang ini secara berkesinambungan. Sinergi ini dinilai sangat efektif dalam memperluas cakupan edukasi kepada masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan bimbingan perkawinan ini, KUA Jatiwangi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan di masyarakat, serta mampu melahirkan generasi keluarga yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.
Kontributor: Teguh Ridho Nugraha


Komentar