Rajagaluh (KEMENAG) — Rangkaian Pengukuhan Calon Penegak (PECAPA) Tahun 2026 MAN 2 Majalengka Ambalan Fatahillah–Cut Nyak Dien resmi berakhir melalui upacara penutupan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Nambang Kamuning, Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Sabtu (12/9/2026).
Upacara penutupan diikuti oleh seluruh murid kelas X yang menjadi peserta PECAPA bersama jajaran pembina dan panitia. Bertindak sebagai pembina upacara, Juju Juhana, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilalui hendaknya memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.
“Mudah-mudahan seluruh aktivitas yang kalian jalani selama PECAPA ini bermanfaat bagi diri kalian. Kamis berangkat ke sini sebagai calon penegak, sekarang kalian telah resmi menjadi Dewan Penegak. Selamat,” ujar Juju.
Menurutnya, berbagai aktivitas dalam kegiatan kepramukaan yang penuh tantangan bukan sekadar kegiatan untuk menguji kemampuan, tetapi juga menjadi sarana bagi setiap murid untuk mengukur kemampuan diri sekaligus belajar menyusun strategi dalam menghadapi persoalan.
“Mungkin ada adik-adik yang melihat pramuka itu kegiatannya penuh dengan tantangan. Namun, tantangan itu juga menjadi alat ukur diri pada setiap tahapan dan membuat kita belajar bagaimana menyusun strategi untuk mengatasi setiap persoalan,” tutur Juju.
Juju menegaskan bahwa ketangguhan fisik dan mental yang dilatih selama PECAPA memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap tantangan yang datang harus dihadapi dengan keberanian, kesiapan, dan kemampuan untuk mencari penyelesaian.
“Fisik dan mental merupakan gambaran dari kehidupan. Apa pun tantangan yang kalian hadapi, harus bisa dihadapi dan diselesaikan,” tegas Juju.
Lebih lanjut, Juju mengajak seluruh peserta untuk memahami makna dari setiap tahapan kegiatan yang telah dilalui. Menurutnya, pengalaman selama PECAPA dapat menjadi bekal bagi murid ketika menghadapi kehidupan yang lebih luas di luar lingkungan madrasah.
“Kalau kalian sudah senang dan memahami setiap makna dari setiap tahapan yang kita lalui, itu merupakan gambaran bagaimana kalian menghadapi dunia yang lebih luas dengan binaan kakak-kakak dan guru-guru, khususnya para panitia,” ungkap Juju.
Juju juga berpesan agar seluruh peserta tidak melupakan pengalaman selama mengikuti PECAPA. Setiap momen hendaknya diambil sisi positifnya dan dijadikan pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih matang, tangguh, dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai momen ini dilupakan. Ambil sisi positifnya dengan bijaksana dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk melangkah ke depan,” pesan Juju.
Penutupan PECAPA 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah diikuti para murid kelas X selama tiga hari. Dari berbagai tantangan, kebersamaan, dan proses pembinaan yang dilalui, para peserta diharapkan mampu membawa nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta kepedulian ke dalam kehidupan di madrasah maupun lingkungan masyarakat.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar