Rajagaluh (KEMENAG) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., mengunjungi kegiatan Pengukuhan Calon Penegak (PECAPA) Ambalan Fatahillah–Cut Nyak Dien MAN 2 Majalengka di Bumi Perkemahan Nambang Kamuning, Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kamis (10/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dudu didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P. Kim.
Turut hadir Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag.; Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Ade Firmansyah, S.Sos., M.Pd.I.; serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, M.H.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Gebyar Festival PECAPA, salah satu rangkaian kegiatan yang menghadirkan suasana semarak melalui kreativitas para peserta. Para murid kelas X tampil mengenakan beragam kostum bertema sebagai bagian dari kegiatan yang dirancang untuk membangun keberanian, kreativitas, kekompakan, dan rasa percaya diri.
Di hadapan para peserta, Dudu menyampaikan amanat agar para Pramuka Penegak mampu menjadikan dirinya sebagai pribadi yang senantiasa berada di garis depan dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keadilan.
“Jadilah Penegak kebaikan, penegak kebenaran, dan penegak keadilan. Nilai-nilai itu harus tumbuh dalam diri kalian dan menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” ujar Dudu.
Dudu juga mengingatkan bahwa para murid madrasah aliyah merupakan bagian penting dari generasi yang akan menentukan arah masa depan. Menurutnya, terbuka berbagai pilihan pengabdian dan profesi, termasuk menjadi ulama yang dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.
“Masa depan ada banyak pilihan. Salah satunya ada yang mau menjadi ulama. Pengurus masa depan adalah anak-anak aliyah sekalian. Karena itu, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya sejak sekarang,” tutur Dudu.
Dudu memberikan apresiasi kepada Kepala MAN 2 Majalengka beserta jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang telah menyelenggarakan PECAPA. Dudu berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas kepramukaan semata, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter para murid.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kepala MAN 2 Majalengka dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang telah menyelenggarakan PECAPA. Semoga kegiatan ini menjadi simbol pembentukan karakter anak-anak dan mudah-mudahan muncul karakter-karakter hebat dari madrasah,” ungkap Dudu.
Kunjungan tersebut semakin meriah ketika Dudu Rohman mengadakan kuis interaktif bersama para peserta PECAPA. Sejumlah pertanyaan diberikan secara langsung dan dijawab dengan antusias oleh para murid. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan apresiasi berupa uang saku.
Kuis tersebut tidak hanya menciptakan suasana yang lebih akrab antara pimpinan Kementerian Agama dengan peserta PECAPA, tetapi juga mendorong para murid untuk berani tampil, berpikir cepat, serta menunjukkan pengetahuan yang dimiliki. Apresiasi yang diberikan turut menambah semangat peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan.
Kehadiran Kakanwil Kemenag Jawa Barat dalam kegiatan PECAPA menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta. Pesan tentang kebaikan, kebenaran, keadilan, dan pentingnya mempersiapkan masa depan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para murid untuk tumbuh sebagai generasi madrasah yang berkarakter dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar