Rajagaluh (KEMENAG) – Pembelajaran Bahasa Sunda di kelas XII.4 MAN 2 Majalengka pada Selasa (8/9/2026) berlangsung interaktif melalui kegiatan presentasi kelompok yang mengangkat tema tradisi Sunda pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dipandu oleh guru mata pelajaran Bahasa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd.
Dalam presentasi tersebut, setiap kelompok memaparkan beragam tradisi masyarakat Sunda dalam menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Murid menjelaskan nilai-nilai budaya dan keagamaan yang terkandung dalam tradisi tersebut, sekaligus mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan komunikatif. Setelah penyampaian materi, setiap kelompok mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi sehingga seluruh murid dapat bertukar pengetahuan serta memperdalam pemahaman mengenai tradisi Sunda yang masih lestari di masyarakat.
Guru Bahasa Sunda, Reni mengatakan bahwa pembelajaran melalui presentasi kelompok dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya daerah.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap murid tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mengenal lebih dekat tradisi-tradisi Sunda yang sarat akan nilai budaya, sosial, dan religius. Dengan begitu, mereka dapat ikut berperan dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah,” ujar Reni.
Salah seorang murid kelas XII.4, Siva, mengaku senang mengikuti pembelajaran tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
“Presentasi ini membuat kami lebih memahami tradisi Sunda yang dilaksanakan pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Belajar bersama teman-teman melalui diskusi terasa lebih menyenangkan, dan kami jadi semakin bangga dengan budaya daerah yang memiliki banyak nilai positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Siva.
Melalui pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif, MAN 2 Majalengka terus mendorong murid untuk aktif dalam proses belajar sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar