Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana kelas pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 10 Majalengka berlangsung interaktif, seru, dan penuh tantangan melalui penerapan media game edukatif Kartu Teks Diskusi pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan pembelajaran berbasis permainan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap struktur teks diskusi sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi.
Pelaksanaan pembelajaran inovatif tersebut diikuti oleh para siswa dengan dibagi menjadi delapan kelompok kerja, yang mana setiap kelompok beranggotakan empat orang. Setiap kelompok menerima amplop berisi empat kartu pernyataan yang mewakili elemen struktur teks diskusi, yakni isu, argumen pro, argumen kontra, serta resolusi.
Sistem permainan menerapkan mekanisma penentuan struktur teks secara bergiliran. Siswa ditantang menganalisis pernyataan pada kartu dan menentukannya dengan tepat. Pengidentifikasian struktur pada kesempatan pertama diganjar 25 poin, sementara kesempatan berikutnya secara bertahap bernilai 20, 15, hingga 10 poin. Hasil analisis tersebut kemudian dituliskan pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dirangkai secara rinci sesuai urutan logis, lalu dipresentasikan di depan kelas melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia MTsN 10 Majalengka, Dian Erlina Dianawati, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan media kartu ini bertujuan menghadirkan pengalaman belajar yang aktif sekaligus membentuk berbagai karakter positif peserta didik.
”Melalui Kartu Teks Diskusi, siswa tidak hanya menghafal struktur teks, tetapi benar-benar dilatih membaca, memahami, menganalisis, dan menentukan posisi sebuah pernyataan. Mereka diajak berpikir kritis sebelum mengambil keputusan, sekaligus melatih tanggung jawab, kerja sama, dan kecakapan berkomunikasi,” ujar Dian.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, M.Pd.I., atas terobosan metode mengajar yang dihadirkan di lingkungan madrasah.
”Kami sangat mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Metode seperti ini membuat siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan, tetapi aktif berpikir, bergerak, berdiskusi, serta berani tampil di depan publik. Kami berharap inovasi serupa terus berkembang pada materi pelajaran lainnya,” tutur Dadang.
Melalui penerapan Game Kartu Teks Diskusi ini, MTsN 10 Majalengka berkomitmen untuk terus mendukung kreativitas tenaga pendidik dalam menciptakan ekosistem belajar yang aktif, bermakna, serta berorientasi pada penguatan kompetensi dan karakter peserta didik.
Kontributor : Dian Erlina Dianawati


Komentar