Jatiwangi (Kemenag) — Sepulang sekolah, anggota Dewan Penggalang MTsN 2 Majalengka kembali mengikuti latihan untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan. Latihan yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) tersebut diisi dengan praktik membuat tandu dan semaphore secara berkelompok.
Dalam latihan tersebut, anggota Dewan Penggalang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka bekerja sama menyusun dan membuat tandu dengan memanfaatkan perlengkapan yang tersedia. Praktik ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga mengasah ketelitian, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama antarangggota.
Selain membuat tandu, peserta juga berlatih semaphore secara berkelompok. Materi tersebut menjadi bagian dari keterampilan kepramukaan yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan melalui kode atau isyarat tertentu.
Ditemui seusai latihan, Devina, siswa kelas VIII B yang merupakan anggota Dewan Penggalang, mengaku mendapatkan wawasan baru dari latihan tersebut. Ia juga merasa lebih memahami cara membuat tandu dan kegunaannya dalam situasi tertentu.
“Setelah mengikuti latihan ini, saya merasa wawasan saya bertambah. Sekarang saya jadi tahu bagaimana cara membuat tandu. Tandu ini berguna jika ada salah seorang yang terluka sehingga bisa membantu membawa atau memindahkannya,” ujar Devina.
Latihan membuat tandu juga memberikan pengalaman kepada siswa bahwa keterampilan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan baris-berbaris atau kegiatan di lapangan, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan praktis yang dapat berguna ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui latihan yang dilakukan secara berkelompok, Dewan Penggalang MTsN 2 Majalengka terus mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter anggota agar lebih sigap, mandiri, peduli, dan mampu bekerja sama ketika menghadapi suatu keadaan yang membutuhkan pertolongan.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar