Rajagaluh (KEMENAG) – Guru-guru MAN 2 Majalengka mengikuti tahapan pelaksanaan Gemini Academy pada Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Nomor B-65/Dt.I.II/KP.02/08/2026 tentang Pelaksanaan Pelatihan AI Gemini Academy bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah.
Pelaksanaan Gemini Academy menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kompetensi digital guru madrasah, khususnya dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran, administrasi pendidikan, serta pengembangan inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah.
Pada tahapan ini, para guru MAN 2 Majalengka mengikuti proses pelatihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Melalui program tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur AI Gemini serta penerapannya dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, hingga meningkatkan efektivitas pekerjaan guru.
Salah seorang guru MAN 2 Majalengka, Drs. Engkos Sarkosi, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Pelatihan Gemini Academy menjadi kesempatan yang sangat baik bagi guru untuk meningkatkan literasi digital dan memahami pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijak. AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat memperkaya proses pembelajaran, meningkatkan kreativitas, serta mempermudah penyusunan berbagai perangkat pembelajaran,” ujar Engkos.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI harus tetap dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Kami berharap melalui program ini, guru-guru madrasah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan menarik bagi peserta didik. Kompetensi digital menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital,” tambah Engkos.
Melalui pelaksanaan Gemini Academy, diharapkan seluruh GTK madrasah memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat, bertanggung jawab, dan produktif sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah di Indonesia.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar