Talaga (KEMENAG) — MAN 1 Majalengka terus mendorong penguatan karakter keagamaan peserta didik di lingkungan madrasah. Melalui mata pelajaran Fikih, program pembiasaan tadarus mandiri 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimaksimalkan dengan metode pembagian Al-Qur’an per juz sesuai nomor urut absen di Ruang Kelas XII.2, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.35 WIB ini diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh seluruh siswa. Setiap siswa menerima satu juz Al-Qur’an yang disesuaikan dengan nomor absen masing-masing, guna memastikan kelancaran dan kesinambungan bacaan.

Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menjelaskan bahwa metode penugasan per juz ini dirancang untuk memudahkan siswa dalam melanjutkan tilawah harian mereka tanpa kebingungan mencari batas bacaan terakhir.
“Dengan pembagian Al-Qur’an per juz untuk setiap siswa-siswi sesuai nomor urut absen, siswa menjadi lebih mudah melanjutkan bacaan Al-Qur’an hari sebelumnya. Setelah selesai juz tersebut, mereka bisa langsung melanjutkan ke juz berikutnya secara sistematis,” ujar Wawan.
Inisiatif ini pun mendapat respon positif dari para peserta didik. Encep Zia Ulhaq Assidiqi, salah satu siswa Kelas XII.2, mengungkapkan kebermanfaatan metode tersebut dalam menjaga ketertiban tadarus kelas.
“Inisiatif pembagian Al-Qur’an per juz ini sangat memudahkan kami untuk melanjutkan bacaan Al-Qur’an setiap harinya tanpa khawatir tertukar,” ungkap Encep.

Melalui keberlanjutan program ini, pihak madrasah merencanakan pemantauan berkala terhadap capaian khatam Al-Qur’an para siswa hingga akhir semester.
Melalui inovasi pembelajaran ini, pembiasaan tadarus di awal jam pelajaran diharapkan dapat menjelma menjadi kebiasaan baik yang melekat dalam kehidupan sehari-hari siswa. Langkah kecil ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan yang unggul dan berkarakter di MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar