Berita Daerah

Khidmat dan Syahdu, MTsN 12 Majalengka Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Rajagaluh (KEMENAG) – Gema selawat dan puji-pujian mengudara dengan syahdu di lapangan utama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka pada Jumat (4/9/2026). Ratusan peserta yang terdiri atas seluruh siswa-siswi, jajaran dewan guru, hingga Dewan Komite madrasah berkumpul dengan penuh kekhidmatan untuk menyelenggarakan acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Mengingat Kepala Madrasah tengah berhalangan hadir karena harus memenuhi undangan kegiatan di luar, acara peringatan hari kelahiran manusia paling mulia ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Suhanda, S.Pd.

Al-Qur’an dan Sunah sebagai Peta Kehidupan

Dalam sambutannya yang menggugah kalbu, Suhanda mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Maulid ini sebagai bahan renungan atas perjalanan panjang hidup manusia sejak dilahirkan hingga tutup usia. Ia mengibaratkan bahwa dalam menempuh liku-liku kehidupan, manusia sangat membutuhkan sebuah peta atau petunjuk arah agar tidak tersesat di tengah jalan.

“Siapa yang bisa memberi petunjuk kepada kita? Dialah nabi kita, Muhammad SAW,” tutur Suhanda di hadapan para jamaah. Ia menegaskan bahwa Rasulullah saw. telah meninggalkan dua pedoman utama pencerah jalan, yakni Al-Qur’an dan Sunah. Oleh karena itu, mengagungkan, menghormati, serta mendukung ajaran-ajaran beliau sudah menjadi kewajiban mutlak bagi kita sebagai umatnya.

Esensi Maulid: Menumbuhkan Cinta dan Meneladani Akhlak

Lebih lanjut, Suhanda menyoroti bahwa tujuan paling mendasar dari penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan (mahabbah) umat kepada Rasulullah saw.. Ia memberikan pengingat tegas bahwa apabila kegiatan Maulid diperingati berkali-kali namun kecintaan kita kepada beliau tidak bertambah, maka esensi dari peringatan tersebut menjadi hilang.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Untuk memupuk rasa cinta tersebut, Suhanda mendorong para siswa untuk rajin mempelajari sirah (biografi) atau sejarah kehidupan Rasulullah saw. yang sarat akan uswatun hasanah (suri teladan yang baik). Sebagai gambaran betapa luhurnya akhlak Nabi, Suhanda menceritakan kisah ketika Rasulullah saw. senantiasa dilempari kotoran oleh seseorang saat beliau hendak pergi salat.

“Ketika sudah tiga hari tidak ada lagi yang melemparinya, beliau menanyakan ke mana orang tersebut. Setelah mengetahui orang itu sakit, beliau kemudian menengoknya,” papar Suhanda menceritakan keagungan budi pekerti Rasulullah saw. yang patut dijadikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari para siswa.

Gema Selawat Bersama Tim Hadroh

Setelah sesi sambutan dan tausiah rohani dari Wakil Kepala Madrasah usai, acara mencapai puncaknya dengan kegiatan berselawat bersama.

Penampilan memukau dari Tim Hadroh MTsN 12 Majalengka—yang telah disiplin berlatih pada hari-hari sebelumnya—sukses menghidupkan suasana. Irama tabuhan rebana yang rancak berpadu harmonis dengan gemuruh lantunan selawat dari seluruh siswa, guru, dan komite. Kolaborasi indah ini menciptakan pusaran energi spiritual yang begitu menyejukkan hati di bawah langit pagi madrasah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di MTsN 12 Majalengka ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sebatas seremoni tahunan belaka. Lebih dari itu, madrasah optimis bahwa nilai-nilai luhur, kelapangan dada, dan akhlakul karimah yang dicontohkan oleh Baginda Nabi dapat terinternalisasi dengan kuat di dalam dada setiap peserta didik, menjadi bekal penerang dalam mengarungi pergaulan di era modern.

Tingkatkan Kepedulian Sosial Siswa, MTsN 5 Majalengka Gelar Ceramah Keagamaan dan Shalat Duha Bersama

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *