Jatiwangi (Kemenag) — Kamis (3/9/2026), rangkaian kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 2 Majalengka turut diisi dengan materi yang disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Drs. H. Edi Mulyana, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia membahas berbagai hal terkait perkembangan dan pengelolaan madrasah, sekaligus menekankan pentingnya guru memiliki sikap open minded dan adaptif dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Drs. H. Edi Mulyana, M.Pd., menyampaikan sejumlah materi yang berkaitan dengan akreditasi, Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM), hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA). Berbagai informasi tersebut diberikan sebagai bekal bagi para kepala madrasah dan guru agar memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai kebijakan dan tuntutan pendidikan yang terus berkembang.
Salah satu hal yang turut dibahas adalah pelaksanaan TKA. Pada tahun ini, mata pelajaran yang menjadi bagian dari TKA mengalami penambahan. Selain Bahasa Indonesia dan Matematika, peserta didik juga akan menghadapi mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA. Perkembangan tersebut menjadi perhatian bagi madrasah untuk melakukan persiapan pembelajaran secara lebih optimal.
Menurut Edi, berbagai perubahan dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk tidak berhenti belajar. Guru masa kini perlu memiliki pola pikir yang terbuka atau open minded, sehingga mampu menerima perkembangan baru dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan.
Guru juga dituntut untuk menjadi pribadi yang mudah beradaptasi terhadap perubahan kurikulum, pendekatan pembelajaran, perkembangan teknologi, maupun karakteristik peserta didik yang terus mengalami perubahan.
Karena itu, ia berharap para peserta IHT dapat memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), serta pola pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Ketiga hal tersebut perlu dipahami tidak hanya secara konseptual, tetapi juga diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memperkenalkan konsep rumus 8334 sebagai salah satu cara untuk memahami unsur-unsur penting dalam pembelajaran mendalam. Rumus tersebut terdiri atas 8 dimensi lulusan, 3 prinsip pembelajaran, 3 pengalaman belajar, dan 4 kerangka pembelajaran.
8 Dimensi Lulusan
Delapan dimensi lulusan yang perlu dikembangkan dalam proses pendidikan meliputi:
- Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Kewarganegaraan
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Kedelapan dimensi tersebut menggambarkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk peserta didik yang memiliki karakter, kemampuan berpikir, keterampilan sosial, kemandirian, kesehatan, serta kemampuan berkomunikasi.
3 Prinsip Pembelajaran
Selanjutnya, terdapat tiga prinsip pembelajaran, yaitu mindful, meaningful, dan joyful.
Pembelajaran mindful menekankan pentingnya kesadaran dalam proses belajar. Meaningful berarti pembelajaran harus memberikan makna bagi peserta didik dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan mereka. Sementara joyful menekankan terciptanya suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan antusias.
3 Pengalaman Belajar
Edi juga menjelaskan tiga pengalaman belajar yang perlu dilalui peserta didik, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan.
Peserta didik tidak hanya diharapkan mampu memahami materi yang diberikan guru, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan atau situasi yang relevan. Setelah itu, peserta didik diberikan ruang untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar yang telah dilaluinya.
4 Kerangka Pembelajaran
Adapun empat kerangka pembelajaran dalam konsep 8334 meliputi praktik pedagogik, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran.
Keempat unsur tersebut menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Guru perlu memilih praktik pedagogik yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung, memanfaatkan teknologi digital secara tepat, serta membangun kemitraan dalam proses pendidikan.
Melalui pemaparan tersebut, Edi menegaskan bahwa guru harus terus berkembang mengikuti perubahan. Sikap open minded dan adaptif menjadi penting agar guru mampu merespons berbagai perkembangan pendidikan tanpa kehilangan peran utamanya sebagai pendidik.
Materi yang disampaikan Drs. H. Edi Mulyana, M.Pd., juga memberikan penguatan terhadap materi utama IHT mengenai Kurikulum Berbasis Cinta. Pemahaman mengenai KBC dan pembelajaran mendalam diharapkan dapat membantu guru menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi peserta didik secara utuh.
Melalui kegiatan IHT ini, para peserta diharapkan semakin siap menghadapi dinamika pendidikan dan mampu menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan zaman. Guru yang mau terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan mampu beradaptasi diharapkan menjadi kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna serta melahirkan peserta didik yang kompeten dan berkarakter.


Komentar