Talaga (KEMENAG) — Wujud nyata penerapan Kurikulum Berbasis Cinta kembali terpancar dari lingkungan madrasah. Tiga orang siswa kelas XI-4 MAN 1 Majalengka dengan sigap dan penuh kesadaran bergotong royong menyelamatkan sebuah pohon yang hampir roboh akibat terpaan angin kencang di halaman Aula MAN 1 Majalengka, Kamis (27/8/2026).
Aksi kepedulian lingkungan tersebut bermula saat angin kencang berembus di area madrasah dan mengakibatkan salah satu pohon penghijauan di sekitar halaman aula miring terancam patah. Melihat kondisi tersebut, tiga siswa kelas XI-4 yang sedang melintas secara spontan berinisiatif mengambil tali dan mengikat pohon tersebut ke tiang penyangga agar kembali berdiri tegak dan kokoh.
Aksi tanggap dan spontan para siswa ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
“Sikap refleks dan kepedulian yang ditunjukkan anak-anak ini adalah cerminan riil dari keberhasilan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum ini tidak sekadar memberikan pengetahuan secara teoretis di dalam kelas, tetapi menanamkan rasa kasih sayang, empati, serta rasa memiliki terhadap sesama makhluk dan lingkungan sekitar,” ujar Wawan.

Sementara itu, salah satu siswa yang terlibat dalam aksi tersebut, M. Arfan Dani Mulyana, mengungkapkan bahwa dorongan untuk membantu mengikat pohon tersebut murni muncul dari rasa prihatin dan kepedulian bersama teman-temannya.
“Kami melihat pohon tersebut miring dan bergoyang hebat karena angin. Kami merasa kasihan dan peduli, kalau tidak segera diikat pasti akan patah dan mati. Oleh karena itu, kami bersama-sama mengambil tali untuk menopangnya supaya bisa berdiri tegak kembali,” tutur Arfan.
Melalui momentum sederhana namun sarat makna ini, pihak MAN 1 Majalengka berharap nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan cinta lingkungan dapat terus tertanam kuat dan diimplementasikan oleh seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Diharapkan, penguatan karakter berbasis cinta dan kepedulian ini dapat terus konsisten dijalankan di seluruh madrasah di wilayah Kabupaten Majalengka. Hal ini menjadi bagian nyata dari komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, berkarakter, bermartabat, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar