Talaga (KEMENAG) — Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 1 Majalengka, Aghifari Rifaldi, S.Sos., menggelar kegiatan pembinaan humanis bagi peserta didik kelas X dan XI di Warung Karang Anyar pada Senin (24/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya madrasah dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab siswa melalui pendekatan yang mengedepankan empati serta komunikasi terbuka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendampingan khusus bagi peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib madrasah. Berbeda dengan pola penanganan konvensional, pembinaan ini memberikan ruang dialog yang aman bagi siswa untuk menyampaikan alasan di balik tindakan mereka, memahami letak kesalahan, serta merefleksikan dampak dari perilaku tersebut secara personal.
Melalui komunikasi yang terbuka, guru BK hadir untuk memahami kondisi peserta didik secara menyeluruh. Setiap bentuk pelanggaran dipandang bukan sekadar kesalahan yang harus diberi sanksi, melainkan momentum pembelajaran berharga untuk membantu peserta didik menemukan langkah perbaikan. Suasana pembinaan dirancang nyaman agar peserta didik menerima arahan atas dasar kesadaran diri, bukan karena rasa takut.

Aghifari Rifaldi menegaskan pentingnya mengubah pola pendekatan dalam membina kedisiplinan siswa di lingkungan madrasah.
“Pendekatan humanis ini kami terapkan agar guru BK tidak hanya dipandang sebagai penegak aturan, tetapi hadir sebagai pendamping dan sahabat peserta didik. Kami ingin mereka memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, dan kesalahan adalah bahan evaluasi untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih berkarakter,” ujar Aghifari.
Selain evaluasi perilaku, pembinaan juga diisi dengan pemberian motivasi agar para siswa mampu membangun komitmen jangka panjang dalam menaati nilai serta aturan yang berlaku di madrasah.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan kedisiplinan diri secara substantif dan mampu menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Tindak lanjut dari pembinaan ini adalah pemantauan perkembangan sikap siswa secara berkala di lingkungan madrasah.
Semoga langkah inovatif dan penuh empati ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan MAN 1 Majalengka, sekaligus mewujudkan lingkungan madrasah yang disiplin, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar