Talaga (KEMENAG) — Guna meningkatkan ketelitian serta kemampuan nalar analitis peserta didik dalam pembelajaran sains, guru mata pelajaran Fisika MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan praktikum virtual alat ukur. Pembelajaran interaktif berbasis simulasi digital tersebut berlangsung di Ruang Belajar Terbuka Meja Abu MAN 1 Majalengka, Senin (24/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan instrumen pengukuran melalui laboratorium virtual bagi seluruh siswa kelas X-8. Di bawah bimbingan guru pengampu, para siswa secara mandiri mengeksplorasi simulasi alat ukur, membaca skala utama dan skala nonius, serta menentukan hasil pengukuran berdasarkan tingkat ketelitian alat secara berulang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok dan pemecahan masalah (problem solving) berbasis soal kontekstual untuk menginterpretasikan data hasil ukur secara kritis.

Penerapan praktikum virtual ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran aktif, interaktif, dan bermakna. Melalui eksplorasi laboratorium simulasi, para siswa diajak untuk tidak sekadar menghafal rumus atau angka pada skala, melainkan dilatih memahami proses analisis ilmiah dan mengambil keputusan berbasis data secara mandiri.
Guru Mata Pelajaran Fisika MAN 1 Majalengka, Ghina Aghnia Nur Assyifaa, M.Pd., menyampaikan pentingnya pemanfaatan laboratorium virtual dalam membiasakan siswa berpikir analitis.
“Penggunaan laboratorium virtual ini dipilih agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang fleksibel dan interaktif. Kami ingin melatih ketelitian serta daya nalar anak-anak dalam membaca dan mengartikan data hasil pengukuran, sehingga mereka tidak hanya menghafal konsep, tetapi siap menghadapi permasalahan Fisika maupun soal-soal kontekstual berbasis nalar,” ujar Ghina.
Sementara itu, Tegar Jiwa Gorzita, salah satu siswa kelas X-8 yang berpartisipasi aktif dalam praktikum tersebut, menyuarakan rasa antusiasnya atas metode belajar yang diterapkan.
“Praktikum Fisika hari ini sangat seru dan tidak membosankan. Lewat simulasi virtual di Meja Abu ini, kami bisa mencoba pengukuran berkali-kali sampai paham cara membaca skala dengan teliti. Diskusi bersama teman-teman juga membuat kami lebih percaya diri saat menyelesaikan soal-soal analisis,” ungkap Tegar.

Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan terus mendorong pemanfaatan laboratorium virtual pada topik-topik sains lainnya guna mengoptimalkan integrasi teknologi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Melalui praktikum virtual ini, pembelajaran alat ukur diharapkan menjadi sarana melatih siswa agar teliti, cermat, serta mampu menalar hasil yang diperoleh sebagai bekal menghadapi berbagai permasalahan sains kontekstual, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar