Talaga (KEMENAG) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka konsisten memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui program pembiasaan Dhuha dan doa pagi bersama di halaman madrasah, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru, serta Tenaga Kependidikan sebagai wujud nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Pelaksanaan pembiasaan ibadah ini dijadwalkan rutin setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 06.45 hingga 07.00 WIB sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah, pembacaan zikir, serta doa bersama yang dipimpin secara bergiliran.
Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menjelaskan bahwa program spiritual ini dirancang untuk menanamkan pondasi keagamaan yang kokoh sejak dini sekaligus membentuk iklim belajar yang kondusif.
“Pembiasaan Dhuha dan doa pagi ini merupakan salah satu langkah konkret implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya sebagai wujud rasa cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Melalui kegiatan rutin ini, kami ingin memastikan kesiapan mental dan spiritual siswa sebelum menerima materi pelajaran,” ujar Wawan di sela-sela kegiatan.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah mempererat hubungan spiritual antara murid dan Sang Pencipta, sekaligus membangun kedisiplinan dan rasa kepedulian sosial antar sesama civitas akademika. Dampak positifnya langsung dirasakan oleh para pendidik dan tenaga pendidik, yang mendapati suasana belajar menjadi lebih tenang, tertib, dan berenergi positif.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak madrasah berencana melakukan evaluasi berkala dan memperluas integrasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam seluruh aktivitas kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Melalui keberlanjutan program ini, diharapkan dapat tertanam rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT serta tumbuhnya empati terhadap sesama. Hal ini sekaligus mendukung komitmen MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan layanan pendidikan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar