Rajagaluh (KEMENAG) – MAN 2 Majalengka menggelar rapat Komite Madrasah bersama seluruh orang tua/wali murid kelas X di Aula MAN 2 Majalengka pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Komite MAN 2 Majalengka, Drs. M. H. Aman Azhary, beserta jajaran komite, serta dihadiri Kepala MAN 2 Majalengka H. Dodo Sunandi, M.Pd. bersama perwakilan pihak madrasah.
Rapat diawali dengan penyampaian profil, visi, misi, serta berbagai program unggulan MAN 2 Majalengka oleh Kepala Madrasah. Dalam paparannya, orang tua/wali diperkenalkan dengan berbagai program akademik, keagamaan, kesiswaan, dan pengembangan karakter yang menjadi ciri khas MAN 2 Majalengka sebagai upaya membangun sinergi antara madrasah dan keluarga.
Kepala MAN 2 Majalengka Dodo menegaskan bahwa dukungan orang tua merupakan bagian penting dalam keberhasilan pendidikan murid.
“Melalui pertemuan ini kami ingin memperkenalkan profil dan program-program unggulan MAN 2 Majalengka agar orang tua memahami arah pembinaan yang diberikan kepada putra-putrinya. Kami berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik sehingga proses pendidikan dapat berjalan optimal,” ujar Dodo.
Setelah pemaparan profil madrasah, rapat dilanjutkan dengan pembahasan berbagai agenda Komite Madrasah, termasuk mengenai seragam madrasah. Pembahasan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan dan aspirasi dari orang tua/wali murid terkait pengadaan seragam.
Dalam sesi tersebut turut hadir pihak vendor penyedia jasa pembuatan seragam sebagai pihak ketiga serta Sri Umiroh, S.Pd. dari bagian Koperasi MAN 2 Majalengka untuk memberikan penjelasan dan menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta rapat.
Melalui diskusi yang berlangsung secara terbuka, orang tua, pihak vendor, dan komite melakukan negosiasi hingga mencapai kesepakatan bersama mengenai pengadaan seragam. Komite berperan sebagai mediator agar keputusan yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
Ketua Komite MAN 2 Majalengka, Aman, menyampaikan bahwa rapat komite merupakan wadah musyawarah untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh orang tua dan madrasah.
“Komite hadir sebagai jembatan antara madrasah, orang tua, dan pihak terkait. Alhamdulillah, melalui musyawarah ini diperoleh kesepakatan bersama bahwa pembelian seragam disesuaikan dengan hasil negosiasi bersama vendor dan yang terpenting tidak bersifat memaksa. Kami berharap keputusan ini dapat diterima dengan baik oleh seluruh orang tua,” tutur Aman.
Rapat ditutup dengan kesepakatan bahwa hasil negosiasi antara orang tua dan pihak vendor, yang dimediasi oleh Komite Madrasah, menjadi dasar pelaksanaan pengadaan seragam. Madrasah menegaskan bahwa pembelian seragam tidak bersifat wajib atau memaksa, sehingga orang tua memiliki keleluasaan dalam menentukan pilihan sesuai kesepakatan yang telah dicapai.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Majalengka berharap sinergi antara madrasah, komite, dan orang tua semakin kuat dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas demi perkembangan karakter dan prestasi seluruh murid.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar