Jatiwangi (KEMENAG) — Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) tidak berhenti sebagai gerakan kebersihan. Bagi Ketua DKM Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka, Jali Rojali, S.Pd.I., kegiatan yang digelar Kementerian Agama menjadi bukti bahwa program keagamaan dapat hadir melalui aksi sederhana yang langsung dirasakan manfaatnya oleh jemaah.
Hal tersebut disampaikan Jali Rojali seusai melaksanakan salat Zuhur berjemaah di Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka, Rabu (12/8/2026). Ia menilai kegiatan Geber Mas yang dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) memberikan dampak nyata bagi kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah.
Menurut Jali, kebersihan masjid memiliki hubungan erat dengan kenyamanan jemaah dalam beribadah. Karena itu, gerakan membersihkan tempat ibadah tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan sesaat, tetapi perlu menjadi kebiasaan bersama.
“Geber Mas ini sangat positif karena manfaatnya langsung dirasakan. Masjid menjadi lebih bersih, nyaman, dan terawat. Ini menunjukkan bahwa program Kementerian Agama tidak hanya berbicara tentang pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Jali.
Ia menambahkan, gerakan tersebut juga mengajarkan nilai penting kepada warga madrasah. Ketika guru, tenaga kependidikan, dan siswa terlibat membersihkan masjid, mereka tidak sekadar merapikan lingkungan, tetapi belajar menjaga tempat ibadah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Masjid adalah tempat kita beribadah bersama. Ketika kebersihannya dijaga bersama, tumbuh rasa memiliki. Anak-anak juga belajar bahwa merawat masjid merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan beragama,” katanya.
Kegiatan Geber Mas di Masjid Al-Azfar sebelumnya diisi dengan pembersihan sejumlah bagian masjid, mulai dari area salat, tempat wudu, fasilitas sanitasi, hingga lingkungan sekitar masjid. Kegiatan tersebut melibatkan warga MAN 3 Majalengka dan menjadi bagian dari gerakan kebersihan masjid yang dicanangkan Kementerian Agama.
Bagi Jali, nilai penting dari Geber Mas justru terletak pada keberlanjutannya. Ia berharap semangat yang muncul melalui kegiatan tersebut tidak berhenti setelah masjid selesai dibersihkan.
“Yang paling penting bukan hanya bersih pada hari kegiatan, tetapi bagaimana kebersihan itu terus dijaga. Kalau sudah menjadi kebiasaan, manfaatnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Dengan demikian, Geber Mas di Masjid Al-Azfar tidak hanya meninggalkan masjid yang lebih bersih. Gerakan tersebut juga meninggalkan pesan sederhana bahwa masjid yang nyaman lahir dari kepedulian dan keterlibatan bersama.
Bagi warga MAN 3 Majalengka, merawat masjid akhirnya bukan sekadar pekerjaan membersihkan lantai, tempat wudu, atau halaman. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk menghadirkan semangat keberagamaan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar