Jatiwangi (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, terus berkomitmen merawat kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi lintas agama dan diskusi kolaboratif antara Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen yang diselenggarakan di KUA Kecamatan Jatiwangi, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini diawali dengan penyambutan ramah tamah, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi intensif. Sesi interaktif tersebut dihadiri oleh perwakilan Penyuluh Agama Islam, yaitu Apif Amrullah, S.Sos. dan Hafiezh Aliem, S.Sos., serta perwakilan Penyuluh Agama Kristen yang terdiri atas Bina Idola Siahaan, S.T., Hendrik, S.Th., dan Christiana Bonita, S.Th. Seluruh peserta berpartisipasi aktif sekaligus bertindak sebagai narasumber yang saling berbagi pengalaman terkait strategi penyuluhan di lapangan.
Pertemuan ini bertujuan utama untuk membangun sinergi serta memperkokoh solidaritas antarpenyuluh agama. Bagi para penyuluh dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, forum ini menjadi wadah strategis dalam menyamakan persepsi demi memberikan bimbingan keagamaan yang sejuk dan menyejukkan di tengah kehidupan masyarakat Majalengka yang multikultural.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Penyuluh Agama Islam, Apif Amrullah, S.Sos., menekankan krusialnya komunikasi yang berkesinambungan antarelemen penyuluh agama.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wadah strategis bagi kita untuk saling bertukar pikiran. Kolaborasi yang baik antara Penyuluh Agama Islam dan Kristen adalah kunci utama untuk menjaga dan merawat suasana rukun, damai, serta keharmonisan di tengah masyarakat Majalengka,” ujar Apif.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Penyuluh Agama Kristen, Hendrik, S.Th., turut menyampaikan apresiasi serta harapannya atas terselenggaranya dialog lintas agama ini.
“Kami menyambut sangat baik inisiatif silaturahmi ini. Dialog terbuka seperti ini sangat penting untuk membangun pemahaman bersama di lapangan. Melalui kolaborasi ini, kita dapat saling menguatkan pesan-pesan kedamaian dan toleransi, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran penyuluh agama sebagai peneduh dan pemersatu,” tutur Hendrik.
Melalui sinergi yang terjalin erat dalam kegiatan ini, diharapkan solidaritas antarumat beragama di Kabupaten Majalengka semakin kokoh. Lebih jauh lagi, kolaborasi positif tersebut diharapkan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan masyarakat di KUA Kecamatan Jatiwangi, sekaligus memperkuat peran institusi Kementerian Agama sebagai penggerak utama moderasi beragama.
Kontributor: Hafiezh Aliem


Komentar