Panyingkiran (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panyingkiran menghadiri kegiatan Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) PERMATA Kecamatan Panyingkiran sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Hidayah, Desa Leuwiseeng, Rabu (12/8/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat peran majelis taklim dalam pembinaan keagamaan masyarakat setempat.
Sekretaris FKMT PERMATA Kecamatan Panyingkiran, Umar, S.Sos.I., M.Pd., yang hadir mewakili Ketua FKMT, berharap agar forum ini terus konsisten menjadi wadah pemersatu jamaah.
“Semoga keberadaan FKMT PERMATA dapat terus menjadi wadah silaturahmi dan kebersamaan bagi para pengurus serta jamaah majelis taklim. Kami berharap kegiatan keagamaan seperti ini dilaksanakan secara berkesinambungan dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Umar.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Desa Leuwiseeng, Saeful. Ia menilai kehadiran forum keagamaan ini membawa dampak positif bagi motivasi spiritual warganya.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan FKMT PERMATA yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Leuwiseeng. Kegiatan ini memberikan nilai positif dalam memperkuat kebersamaan serta meningkatkan semangat masyarakat dalam mengikuti syiar keagamaan,” tutur Saeful.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Panyingkiran, H. Hapid, M.Ag., menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung setiap langkah pembinaan umat yang dilakukan oleh majelis taklim.
“Kami dari KUA Kecamatan Panyingkiran sangat mendukung kegiatan FKMT PERMATA. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” ungkap Hapid.
Hapid juga menambahkan agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW senantiasa dijadikan pedoman hidup, terutama dalam membangun tatanan masyarakat yang religius, harmonis, dan berjiwa nasionalis.
Suasana acara berlangsung khidmat, terlebih saat memasuki sesi tausiyah yang disampaikan oleh KH. Agus Wahid (Guswahid) mengusung tema “Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Eksistensi Kemerdekaan Republik Indonesia.” Dalam ceramahnya, KH. Guswahid mengimbau jamaah untuk memadukan keteladanan akhlak Nabi dengan semangat mengisi kemerdekaan melalui tindakan positif dan menjaga persatuan bangsa.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, staf KUA Kecamatan Panyingkiran, pengurus FKMT PERMATA, tokoh agama, serta warga jamaah Masjid Al-Hidayah Desa Leuwiseeng.
Kontributor : Deden Ahmad Jaenuri


Komentar