Berita Daerah MAN

Manfaatkan Google Meet, Komunitas Ngaji Nahwu MAN 1 Majalengka Perkuat Literasi Keislaman Generasi Muda

Talaga (KEMENAG) — Guna memperkuat pemahaman khazanah keislaman klasik dan kaidah bahasa Arab, Komunitas Ngaji Nahwu menyelenggarakan kajian rutin pendalaman kitab turats secara daring melalui platform Google Meet, Minggu (9/8/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan kaidah tata bahasa Arab secara sistematis, dilanjutkan dengan pembacaan serta pembedahan teks-teks klasik.

Komunitas yang didirikan pada tahun 2024 oleh Fadhlan Husni Ramdhani, M.Pd.—Ustadz Boarding School Al-Badar MAN 1 Majalengka sekaligus penulis buku Nahwu Sederhana (النحوالبسيط)—ini tidak hanya fokus mengkaji ilmu nahwu (ilmu alat), tetapi juga mengintegrasikannya dengan pembahasan lintas disiplin ilmu seperti akidah, fikih, dan hadis.

Kajian berbasis teknologi tersebut diikuti oleh 54 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa SLTA dan santri Boarding School Al-Badar MAN 1 Majalengka, hingga mahasiswa program sarjana (S1) dan magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab. Keberagaman latar belakang akademis peserta ini menghidupkan ruang diskusi yang interaktif dan dinamis dalam memahami struktur kalimat serta makna teks keagamaan secara presisi.

Pendiri Komunitas Ngaji Nahwu, Fadhlan Husni Ramdhani, M.Pd., menegaskan pentingnya penguasaan ilmu nahwu sebagai kunci utama untuk mengeksplorasi literatur Islam secara mendalam.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

“Ilmu nahwu merupakan pintu gerbang utama untuk membuka dan memahami khazanah kitab turats. Melalui pemanfaatan media digital, kami ingin menghadirkan pembelajaran ilmu alat yang adaptif, mudah dipahami, serta menjembatani generasi muda dan akademisi agar tetap terhubung dengan tradisi intelektual Islam,” ujar Fadhlan.

Manfaat positif dari metode pembelajaran ini dirasakan langsung oleh peserta. Salah satu santri Boarding School MAN 1 Majalengka menuturkan bahwa pola pengajaran daring ini memudahkan pemahaman kaidah bahasa Arab secara praktis.

“Pembelajaran nahwu secara daring ini sangat membantu kami dalam memahami struktur kalimat bahasa Arab secara lebih sederhana dan praktis. Diskusi bersama para mahasiswa dari jenjang S1 dan S2 juga memberikan wawasan baru bagi kami di madrasah,” ungkapnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Komunitas Ngaji Nahwu berkomitmen untuk terus konsisten menyelenggarakan modul kajian secara bertahap serta memperluas jangkauan akses pembelajaran digital. Inovasi ini diharapkan mampu merawat tradisi literasi keislaman secara berkelanjutan di era modern, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dan reputasi layanan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *