Berita Daerah MAN

Kurikulum Berbasis Cinta Hadir dalam Pembelajaran Fisika di MAN 1 Majalengka

Talaga (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka terus bertransformasi dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang kontekstual dan humanis. Melalui wujud nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, pembelajaran Fisika di kelas XI-4 kini disajikan tidak sekadar berbasis hafalan dan rumus matematis, melainkan mengedepankan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, serta dekat dengan fenomena kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) tersebut dilaksanakan selama tiga jam pelajaran. Guru mata pelajaran Fisika, Wida Yuliantini, S.Pd., mengajak para peserta didik mengeksplorasi secara mendalam materi Kinematika Gerak, khususnya pada subpokok bahasan Gerak Vertikal ke Atas. Pembelajaran difokuskan pada pemahaman karakteristik gerak, kecepatan awal, percepatan gravitasi, penentuan waktu untuk mencapai titik tertinggi, hingga hubungan sistematis antara ketinggian dan waktu.

Dalam prosesnya, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Deep Learning yang dipadukan dengan konsep Fun Learning. Guru mata pelajaran Fisika tidak hanya memaparkan persamaan matematis di papan tulis, tetapi juga mengajak para siswa aktif mengamati, mencoba, menganalisis, dan menghubungkan konsep-konsep fisika dengan peristiwa nyata. Suasana kelas terasa hidup saat siswa melakukan aktivitas sederhana namun edukatif, seperti melemparkan spidol ke atas dan mengamati dinamika gerakannya. Benda yang dilempar ke atas mengalami perlambatan akibat percepatan gravitasi hingga mencapai titik tertinggi sebelum akhirnya kembali bergerak ke bawah.

“Gerak sebenarnya tidak pernah terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti melempar benda, melompat, hingga bermain bola merupakan fenomena gerak yang dapat dijelaskan secara ilmiah melalui Fisika. Saya berharap anak-anakku sekalian tidak lagi menganggap Fisika sebagai pelajaran yang menakutkan atau sekadar kumpulan rumus yang rumit. Semoga melalui pembelajaran ini, kalian dapat merasakan langsung bahwa Fisika itu dekat, menyenangkan, dan memberi makna dalam setiap fenomena kehidupan yang kalian temui,” ujar Wida.

Diharapkan melalui terobosan pembelajaran yang humanis dan konkret ini, kualitas layanan pendidikan madrasah di MAN 1 Majalengka semakin meningkat. Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta ini diharapkan dapat mencetak generasi peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis dan analitis, tetapi juga memiliki kepekaan, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta akhlak yang mulia.

Lestarikan Budaya dan Nilai Sejarah, Warga Desa Gunung Kuning Gelar Ziarah Makam Raden Mas Lumpi

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *