Berita Daerah MAN

Tak Lagi Terbatas Dinding Kelas, MAN 3 Majalengka Sulap Belajar Bahasa Arab Menembus Ruang dan Waktu

Jatiwangi (KEMENAG) — Bel berbunyi. Pelajaran berakhir. Namun, bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka, belajar Bahasa Arab tidak serta-merta berhenti. Ketika buku ditutup dan siswa meninggalkan ruang kelas, materi pembelajaran tetap dapat mereka bawa pulang melalui layar perangkat digital.

Inilah wajah baru pembelajaran Bahasa Arab di MAN 3 Majalengka. Melalui pemanfaatan aplikasi Alef, siswa kelas X mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Bahasa Arab dengan cara yang lebih fleksibel, interaktif, dan tidak terpaku pada tempat maupun waktu.

Transformasi digital tersebut diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Arab di MAN 3 Majalengka, Kamis (13/8/2026). Suasana belajar tampak berbeda ketika siswa berinteraksi langsung dengan materi melalui perangkat digital yang mereka gunakan.

Ada yang menyimak materi, mencoba latihan, mengulang bagian yang belum dipahami, hingga mengeksplorasi fitur pembelajaran yang tersedia. Aktivitas tersebut membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan keseharian siswa yang sudah akrab dengan teknologi.

Di sinilah Alef memberikan ruang baru. Materi yang sebelumnya hanya ditemui ketika guru mengajar di depan kelas kini dapat kembali dipelajari secara mandiri. Siswa memiliki kesempatan untuk mengulang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Guru Bahasa Arab MAN 3 Majalengka, Firman Saefatullah, M.Pd., mengatakan pemanfaatan teknologi memberikan peluang bagi pembelajaran Bahasa Arab untuk berkembang lebih jauh.

“Dengan memanfaatkan aplikasi Alef, pembelajaran Bahasa Arab menjadi lebih mudah dan fleksibel. Siswa tidak lagi terbatas oleh ruang kelas. Materi dapat dipelajari kembali kapan saja sehingga pembelajaran bisa menembus ruang dan waktu,” ujar Firman.

Menurutnya, kehadiran teknologi dalam pembelajaran bukan berarti menggeser peran guru. Sebaliknya, teknologi menjadi jembatan yang membantu guru menghadirkan sumber belajar lebih dekat kepada siswa.

Guru tetap menjadi pendamping yang mengarahkan proses belajar, sementara siswa memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi materi. Pola seperti ini juga mendorong siswa untuk tidak selalu menunggu penjelasan guru ketika ingin kembali mempelajari materi yang telah diberikan.

Bagi pembelajaran Bahasa Arab, ruang belajar yang lebih luas tersebut menjadi peluang penting. Kosakata, ungkapan, maupun materi kebahasaan yang dipelajari di sekolah dapat terus disentuh kembali di luar jam pelajaran.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Perubahan kecil dalam cara belajar ini perlahan membawa pesan yang lebih besar: bahwa transformasi digital di madrasah bukan sekadar menghadirkan teknologi ke dalam kelas, tetapi mengubah cara siswa berinteraksi dengan pengetahuan.

MAN 3 Majalengka pun terus mendorong agar teknologi digunakan secara tepat dalam proses pembelajaran. Aplikasi Alef menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus lebih dekat dengan kebutuhan siswa.

Pada akhirnya, pembelajaran tidak lagi berhenti ketika siswa melangkah keluar dari kelas. Selama perangkat berada di tangan dan kesempatan belajar terbuka, Bahasa Arab dapat terus hadir menemani siswa—di rumah, di perjalanan, atau di mana pun mereka berada.

Kontributor : Firman Saefatullah

Peringati HAORNAS 2026, Ratusan Siswa MTsN 10 Majalengka Ikuti Senam Kebugaran Jasmani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *