Jatiwangi (KEMENAG) — Di tengah suasana duka, keluarga besar MAN 3 Majalengka memilih untuk hadir lebih dekat. Bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menemani dan menguatkan salah seorang siswa yang kehilangan ibunya melalui kegiatan takziyah di kediaman keluarga duka di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, Kamis (13/8/2026).
Kehadiran rombongan madrasah menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi siswa dan keluarganya. Pembina Keagamaan, wali kelas, perwakilan pengurus OSIS, serta sejumlah teman sekelas turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana berlangsung sederhana dan penuh kekhidmatan. Rombongan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan tahlil untuk almarhumah yang dipimpin Pembina Keagamaan MAN 3 Majalengka, Jali Rojali, S.Pd.I.
Jali Rojali menyampaikan bahwa kehadiran madrasah di tengah keluarga yang sedang berduka merupakan bagian dari kepedulian terhadap siswa, tidak hanya dalam urusan pembelajaran, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Kami hadir untuk memberikan penguatan kepada siswa dan keluarga yang sedang berduka. Semoga almarhumah mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Swt., diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujar Jali.
Bagi para siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut, takziyah juga menjadi pengalaman nyata untuk belajar tentang arti empati. Mereka tidak hanya datang sebagai teman sekolah, tetapi turut memberikan dukungan kepada sahabatnya pada saat membutuhkan.
Kehadiran teman-teman sekelas diharapkan dapat menjadi penguat bagi siswa yang tengah menghadapi kehilangan. Dukungan tersebut juga akan terus diberikan melalui kebersamaan di lingkungan madrasah agar siswa tetap memiliki semangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Kepedulian seperti ini menjadi bagian penting dalam kehidupan madrasah. Nilai-nilai keislaman tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjenguk, mendoakan, dan menguatkan sesama ketika menghadapi musibah.
Melalui kegiatan takziyah tersebut, MAN 3 Majalengka menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuh yang mengajarkan kepedulian, kebersamaan, dan kepekaan terhadap sesama.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar